Masih dalam kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 6/383, disebutkan bahwa Jubair bin Nufair bahwa beliau pernah mendengar Abu Darda’ radliyallahu ‘anhu berdoa di akhir shalatnya, yakni setelah membaca tasyahud akhir. (Yakni) Abu Darda’ (dalam doanya beliau) berlindung kepada Allah dari sifat nifaq (kemunafikan). Dan Abu Darda’ sering mengulang-ulang doanya itu.
Pada riwayat lain disebutkan bahwa Abu Darda’ dalam doanya di akhir shalat setelah membaca tasyahud:
اللهُـمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ خُشُوْعِ النِّفَـاَقِ.
قِيْـلَ: وَمَا خُشُوْعِ النِّفَـاقِ؟
قَالَ: أَنْ يُـرَى الْجَسَـدَخَاشِـعٌ وَالْقَـلْبُ لَيْسَ بِـخَاشِـعٍ.
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari khusyu’ kemunafikan”.

Beliau ditanya, “Apa khusyu’ kemunafikan itu?”.
Abu Darda’ menjawab, “Bila fisik (penampilan lahir) terlihat khusyu’, sedangkan hatinya tidak khusyu’”.
Ya, inilah Abu Darda’ radliyallahu ‘anhu. Salah seorang sahabat yang begitu jeli tentang masalah hati.
Ibnu Abi Malikah pernah mengatakan, “Aku telah menjumpai tiga puluh sahabat Nabi, seluruhnya takut akan nifak (menjadi munafik). Tidak ada seorang pun d antara mereka yang mengatakan, bahwa dirinya memiliki iman seperti imannya Jibril dan Mikail”.
Sementara itu Hasan Al Bashri berkata, “Tidak ada orang merasa aman dari sifat nifak kecuali orang munafik dan tidak ada yang merasa khawatir terhadapnya kecuali orang mukmin”.
Ya, begitulah para salafush shalih. Mereka begitu memperhatikan masalah hati. Sebab hatilah cermin bagi diri seseorang.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
