Sudah menjadi kebiasaan kaum muslimin dewasa ini apabila mendapatkan rezeki nomplok maka dia pasti (seringnya) akan menikmatinya sendirian. Bahkan kalau perlu diupayakan agar yang lain tidak mengetahui. Hal itu berbeda dengan para salafush salih.
Diriwayatkan oleh Al Wahidi dari Muharib bin Disar dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anhuma bahwa (ada) seorang sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihii wa salam dari golongan Anshar diberi kepala kambing.
Lalu timbullah dalam pikirannya bahwa mungkin ada orang lain lebih memerlukan dari dirinya. Seketika juga kepala kambing itu dikirimkan kepada kawannya, tetapi oleh kawannya itu dikirim lagi kepada kawannya yang lain. Sehingga kepala kambing itu berpindah-pindah pada tujuh rumah dan akhirnya kembali lagi ke rumah orang yang pertama.
Riwayat ini ada hubungannya dengan sebab turunnya ayat.

Allah Ta’ala selanjutnya menegaskan bahwa orang-orang yang dapat mengendalikan dirinya dengan mengikuti agama Allah Ta’ala, sehingga dia dapat menghilangkan rasa loba terhadap harta, sifat kikir dan sifat mengutamakan diri sendiri, adalah orang-orang yang beruntung. Mereka telah berhasil mencapai tujuan hidupnya sebagaimana yang telah digariskan Allah Ta’ala.
Dalam sebuah hadits Nabi shalallahu ‘alaihi w asalam dijelaskan bahwa beliau bersabda:
لَا يَـجْتَـمِعُ غُـبَارٌ فِى سَبِيْـلِ اللهِ وَدُخَانُ جَهَـنَّـمَ فِى وَجْـهِ رَجُـلٍ أَبَدًا وَلَا يَـجْـتَـمِعُ الشُّحُّ وَالْإِيْـمَـانُ فِى قَـلْبٍ أَبَـدًا.
“Tidak akan berkumpul debu-debu (yang lengket) pada wajah seseorang ketika berjuang di jalan Allah dengan asap neraka Jahannam selama-lamanya, dan tidak akan berkumpul pada hati seorang hamba sifat kikir dan keimanan selama-lamanya”. Riwayat Nasa’i.
Dalam hadits lain dijelaskan, sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam:
اتّـقُوْا الظُّلْـمَ فَـإِنَّ الظُّلْـمَ ظُـلُمَـاتٌ يَـوْمَ الْقِـيَامَةِ، وَاتَّـقُوْا الشُّـحَّ فَـإِنَّ الشُّـحَّ قَدْ هَـلَكَ مَنْ كَانَ قَـبْلَكُـمْ حَمَـلَهُـمْ عَلَى أَنْ سَـفَكُـوْا دِمَاءَهُـمْ وَاسْتَـحَلُّوْا مَحَـارِمَهُـمْ.
“Peliharalah dirimu dari perbuatan dhalim. Sesungguhnya perbuatan dhalim (menimbulkan) kegelapan di hari Kiamat. Peliharalah dirimu dari sifat kikir, karena sesungguhnya kikir itu menghancurkan orang-orang sebelum kamu, menimbulkan pertumpahan darah di antara mereka dan dan akan menghalalkan yang mereka haramkan”. Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim dan Baihaqi dari Jabir bin Abdillah.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
