5. Balas dendam terhadap makanan.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
رُبَّ صَائِـمٍ حَظُّـهُ مِنْ صِيَـامِهِ الْجُـوْعُ وَالْعَـطَشُ.
“Berapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga”. Diriwayatkan Tabrani dalam Al Kabiir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam SHAHIH AT TARGHIIB WAT TARHIIB no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shahih lighairihi –yaitu shahih dilihat dari jalur lainnya-.
Berangkat dari hadits di atas seakan mengingatkan pada kondisi kebanyakan umat hari ini. Yakni mereka sering melakukan ‘balas dendam’ dalam hal makan dan minum. Lho?
Ya. Sebab selama seharian mereka menahan rasa lapar dan dahaga. Nah selama waktu menahan (lapar dan dahaga) itulah akhirnya mereka balas dendam dalam hal makanan dan minuman. Sehingga sering didapati di rumah-rumah kaum muslimin saat menjelang adzan maghrib. Di atas meja tersaji berbagai makanan dan minuman hingga meja makan itu penuh dengan makanan dan minuman.

Belum lagi ada acara makan kedua. Yakni setelah tarawih.
Maka tidak heran bila Ramadhan selesai berat badan semakin berat. Betapa tidak? Ternyata selama sebulan menunya sangat luar biasa. Alasannya klasik. Biar kuat untuk puasa esok hari!
Dan tentu anggaran belan di bulan Ramadhan bengkak bukan?
Pertanyaannya; bukankah yang dimakan itu dari makanan dan minuman yang halal?
Jika itu pijakannya dalam berfikir maka ingatlah firman Allah Ta’ala di bawah ini:
يَـآ أَيُّـهَـا النَّـاسُ كُـلُوْا مِـمَّا فِى الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّـبًا وَلَا تَـتَّـبِعُـوْا خُطُـوَاتِ الشَّـيْطَانِ، إِنَّـهُ مَـكُـمْ عَـدُوٌّ مُّـبِـيْـنٌ.
Wahai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Qs. Al Baqarah 168.
فَـكُـلُوْا مِـمَّـا رَزَقَـكُـمُ اللهُ حَلَالًا طَيِّـبًـا وَاشْـكُـرُوْا نِـعْـمَتَ اللهِ إِن كُـنْـتُـمْ إِيَّـاهُ تَـعْـبُدُوْنَ.
Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. Qs. An Nahl 114.
Dari dua ayat di atas setidaknya tahu bahwa kaum muslimin itu tidak boleh makan hanya sekedar halal saja tetapi juga baik alias thayyib. Jadi jika halal tetapi tidak higenis, misalnya, maka itu tidak dianjurkan dalam Islam. Sebab bisa jadi nanti akan bisa menimbulkan masalah di perutnya.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
