Sejarah:
Sesungguhnya ajaran atau faham baru yang masuk ke rumah kaum muslimin tidak hanya merusak tatanan peribadatan, aqidah dan sosial kemasyarakatan saja, melainkan sejarah pun dirusaknya. Setidaknya berikut ini sejarah yang mulai ‘dirusak’ itu:
1. Kaum muslimin sudah mulai samar terhadap sejarah Islam. Mereka tertipu dengan alur cerita film yang sering membelokkan fakta tentang sejarah masa lampau. Walaupun dalam film tersebut tidak menyebut tentang sejarah tertentu tetapi dalam tayangannya bisa dilihat seakan film itu telah menggiring penonton pada suatu kesimpulan.
Sebagai contoh; dahulu ada cerita di radio yang sempat digandrungi oleh banyak khalayak ramai waktu itu. Yakni TUTUR TINULAR. Di sana menggambarkan tentang kisah kerajaan yang kemudian ada kisah percintaanya.
Dan suatu saat ada keanehan di wilayah sekitar gunung lawu. Yakni ketika terjadi tragedi anak-anak santri yang terjebak di gunung Lawu kemudian ada yang menjadi korban. Tahu-tahu ada kabar angin yang berseliweran yang mengatakan bahwa katanya para santri itu kesalahannya disebabkan tidak meminta ijin terlebih dahulu kepada Mantili. Lho? Ada apa dengan Mantili?

Ternyata dalam cerita radio itu disebutkan bahwa Mantili (salah satu tokoh dalam cerita TUTUR TINULAR) itu adalah penghuni gunung Lawu.
Jadi, cerita fiktif itu seakan bisa merubah menjadi (seakan) sebuah sejarah.
2. Banyaknya sejarah yang diputar balikkan. Di antaranya adalah sejarah kepemimpinan Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhu. Yakni ada sekelompok manusia (sekte) yang membuat narasi sejarah yang dikatakan di sana bahwa seakan Abu Bakar telah ‘merebut’ kekuasaannya Ali bin Abi Thalib radliyallahu ‘anhu.
Ya, oleh kelompok ini dikatakan bahwa sebenarnya Rasulullah ketika sakit keras itu membisiki ke telinga putrinya, Fatimah binti Khadijah bin Khiwalid radliyallahu ‘anhuma. Isi dalam bisikannya itu dikatakan bahwa kelak setelah Rasulullah meninggal maka Ali-lah kelak yang akan menjadi khalifah. Dari situ Fatimah menangis.
Padahal yang sebenarnya adalah ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam membisiki ke telinga Fatimah adalah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa lam sebentar lagi akan dipanggil Allah alias akan meningal dunia. Itulah sebabnya Fatimah menangis. Bukan karena unsur perebutan masalah kekuasaan.
3. Banyaknya kaum muslimin hari ini yang tidak faham akan sejarah perjuangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabatnya. Kenapa?
Sebab mereka lebih disibukkan dengan sejarah kaumnya yang dipengaruhi oleh film-film dokumenter yang terkadang akurasinya kurang pas atau justru para pembuatnya memang ada unsur kesengajaan untuk mengajak kaum muslimin lebih melihat pada sejarah orang lain.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
