Jangan Masukkan Ajaran Baru ke Dalam Rumah Bag.2

Kemasyarakatan/sosial:

Siapa bilang bila ajaran baru (non Islam) tidak berdampak negatif pada kehidupan sosial dan masyarakat?

Berikut ini setidaknya efek negatif ajaran baru yang masuk ke dalam rumah tangga, di antara;

1. Anak-anak lebih hafal aktor-aktor film (baik animasi maupun bukan) daripada nama-nama para sahabat dan sahabiyah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Bahkan sering ditemukan banyaknya anak-anak yang memperagakan tokoh dalam film. Padahal mereka sedang bermain dengan teman-teman sebayanya. 

2. Bukankah hari ini banyak sekali tayangan-tayangan di film tentang kekerasan? Sehingga efeknya berimpas ke tengah masyarakat. Yakni banyaknya kasus mutilasi, penyiraman air keras ke wajah yang dibencinya. Padahal pelakunya tahu bahwa air keras tersebut bisa merusak muka orang yang disiramnya.

3. Tayangan-tayangan yang secara tidak langsung mengajak pada perbuatan tasyabbuh wanita kepada laki-laki atau sebaliknya. Sementara itu si bintang pemerannya beralasan bahwa dirinya melakukan peran seperti itu karena tuntutan sutradara. Dan tahu tidak bahwa gara-gara masifnya penayangan para bencong dan tomboy ini sehingga di tengah masyarakat sudah mulai beranggapan bahwa sekarang sudah ada jenis kelamin ketiga. Na’udzubillah!

hati-hati tasyabbuh

4. Berapa banyak saat ini dari para wanita muslimah yang berorientasi pada gadis yang semampai nan cantik jelita. Hal itu disebabkan tontonan yang disuguhkan bagi para wanita muslimah AGB hingga usia 30-an tahun. Yakni menggambarkan tentang wanita ideal –menurut tayangan film itu- bahwa gadis ideal itu ya yang tinggi semampai. Akhirnya tidak sedikit dari para gadis yang terobsesi seperti gadis dalam film itu. Hingga mereka pun rela melakukan diet maksimal hingga ekstrim. 

5. Kebanyakan para pemuda hari mereka mengidolakan tokoh-tokoh film, penyanyi, artis dan semacamnya; dari pada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabat/shahabiyah. Bahkan tidak sedikit dari generasi hari ini yang tidak tahu banyak tentang Rasulullah dan pada sahabatnya. 

6. Anak-anak yang tidak mengenal orang tua. Kok bisa? Ya, bukankah saa ini sering terdengar seorang ibu atau bapak yang harus berurusan dengan meja hijau karena dilaporkan anaknya sendiri? Ya. Hanya karena warisan, mungkin. Atau orang tunya melakukan sesuatu yang tidak diinginkan oleh si anak, sehingga si anak murka lalu dilaporkan pihak kepolisian. Kemudian oleh pihak kepolisian dilanjutkan ke meja hijau dan berlanjut pemenjaraan orang tuanya. Na’udzubillah. Sungguh miris.

7. Masih terngiang dan mungkin akan terus bermunculan; para siswa-siswi tingkat SMP-SMA yang berdemo menuntut mereka tetap diperbolehkan belajar/sekolah bagi siswi yang kedapatan hamil di laur nikah. Kok bisa? Ya, itulah efek dari tayangan tentang romantisme yang ditampilkan di layar kaca. Sehingga para penontonnya pun ikut-ikutan mencari pasangan. Walhasil, tidak sedikit dari mereka yang kebablasan dalam pacaran hingga muncullah kasus hamil di luar nikah. Lalu karena ketakutan bila di-DO dari sekolah maka mereka pun kemudian melakukan demo ke sekolah dan dinas pendidikan agar mereka tetap diperbolehkan sekolah, meski kondisinya hamil.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button