Tidak bisa dipungkiri, ketika sebuah keluarga kecil secara ekonomi ternyata terus merangkak, sedangkan kegiatan –kesibukan kerja- (terutama sang suami) semakin meningkat. Maka mau tidak mau sang suami sudah mulai agak kewalahan dalam membantu kegiatan istri di rumah. Apalagi bila sang istri sendiri juga ikut kerja di luar rumah, maka rumah mereka akan semakin berantakan karena tidak terurus.
Oleh karenanya, mau tidak mau mereka pasti membutuhkan pembantu untuk mengurusi keperluan rumah (tangga)nya. Juga sopir pribadi apabila incomenya semakin bertambah.
Namun ketahuilah bahwa sebelum memutuskan untuk mengambil pembantu rumah tangga dan sopir pribadi hendaknya dipikirkan terlebih dahulu tentang beberapa hal. Di antaranya; masalah ihthilat antara pembantu wanita dengan suami, dan antara sopir pribadi dengan istri.
Selain itu juga harus dipikirkan juga masalah pendidikan anak.
Coba perhatikan ayat Allah di bawah ini:
يُـوْسُـفُ أَعْـرِضْ عَنْ هَذَا، وَاسْـتَـغْـفِـرِى لِـذَنْـبِـكِ، إِنَّـكَ كُنْـتِ مِنَ الْخَـاطِئِـيْنَ.
(Hai) Yusuf, “Berpalinglah dari ini dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah”. Qs. Yusuf 29.

Bisa dibayangkan, bukan? (nabi) Yusuf ‘alaihi salam yang sudah lama (bahkan sejak kecil) diasuh dan diangkat sebagai anaknya saja, setelah dewasa bisa menimbulkan potensi untuk melakukan zina dengan ibu angkatnya. Nah apalagi bila seorang pembantu atau seorang sopir yang tiba-tiba hadir dalam kehidupan rumah tangga yang baru juga dibina. Bukankah jauh lebih rentan? Sebab mereka didatangkannya saja posisinya sudah pada dewasa, sedangkan nabi Yusuf saja saat itu masih belia.
Selain itu bila tidak seleksi untuk masalah pemahaman keagamaannya, tentu akan memiliki dampak dan pengaruh pada anak-anaknya.
Misal, bila ada pembantu yang mungkin melakukan ‘ritual’ yang bertenangan dengan syariat Islam lalu dilihat oleh anak-anak. Atau sang pembantu yang secara tidak sengaja bercerita tentang hal-hal mistis. Atau ketika si anak sedang ngambek lalu mau diajak mandi atau makan atau lainnya, si anak agak sedikit bandel. Lalu si pembantu merayu atau justru menakut-nakutinya dengan hal-hal mistis yang sifatnya menakut-nakuti jiwa si anak. Tujuannya agar si anak mau diajak mandi atau makan atau lainnya.
Belum lagi cara berpakaiannya yang mungkin juga ‘agak berbeda’ dari istri tuan rumahnya. Sehingga juga mempengaruhi pada anak-anak majikan.
Oleh karenanya, bila hendak mengambil seorang pembantu rumah tangga sebaiknya mereka yang memiliki pengetahuan agama Islam yang benar lagi banyak. Agar nantinya bisa membantu mendidik anak-anak saat majikan tidak di rumah.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
