Harapan Bag.2

b. Mengecek kebenaran berita.

Setelah melihat keadaan si pembawa berita, maka langkah selanjutnya adalah melihat kebenaran berita yang disampaikan (tabayyun). Mengomentari firman Allah Ta’ala pada surat Al Hujuraat ayat keenam, syaikh Muhammad Al Amin Asy Syanqithi berkata, “Ayat dari surat Al Hujuraat ini menunjukkan dua permasalahan:

Pertama: bahwa apabila ada seorang membawa berita, maka boleh untuk diketahui kebenarannya; apakah berita yang disampaikan si fasik ini benar atau dusta, maka wajib untuk tatsabbut (dicek). 

Kedua: berdasarkan ini para ahli ilmu ushul berpendapat tentang diterimanya berita yang adil, karena firman Allah Ta’ala, “Jika datang kepadamu seorang fasik dengan membawa berita, maka telitilah”, mengisyaratkan kepada berita yang disampaikan. 

Maksudnya adalah pengertian terbalik (mafhum mukhalafah, menurut bahasa fiqh) dari ayat ini adalah kalau yang datang membawa berita bukan orang fasik, namun dari seseorang yang adil (dapat dipercaya), maka tidak harus diteliti beritanya.

Demikian pula dalam hal periwayatan atau menukil (suatu) ilmu, maka harus dibedakan antara rawi yang bagus hafalannya dengan yang buruk hafalannya. Yang bagus pemahamannya dengan yang tidak, yang bagus ta’bir (ungkapan bahasanya) dengan yang rendah, apa lagi dalam hal kejujuran dan amanahnya. 

harapan bag2

Karena suatu berita apabila disampaikan oleh orang yang lemah ingatannya atau buruk pemahamannya, atau pun tidak bagus ungkapannya, maka berita itu menjadi lemah. Oleh karenanya berita tersebut mesti diteliti, karena bisa jadi berita tersebut menjadi cacat dan tidak akurat. Entah itu dengan menyebutkan spesifikasi dari yang umum atau menyebut terperinci dari yang global. Atau dia mengungkapkan dengan pemahamannya yang keliru sehingga berbeda dengan maksud yang sebenarnya, dan bahkan menyebutkan kalimat yang tidak pernah diucapkan oleh narasumber ataupun mengurangi sebagian kalimat yang sebenarnya penting, namun dianggap tidak penting oleh penyampai berita karena salah pemahamannya.

Demikian pula mungkin si pembawa berita salam dalam mengungkapkan dan memilih kata. Sehingga maksudnya menjadi berbeda dengan maksud pengucapnya. Dan yang lebih parah kalau seluruh hal tersebut terdapat di dalam diri seseorang, kabar yang disampaikan tentu menjadi berantakan tidak karuan.

Maka terkadang terjadi di masa kini seseorang membawakan fatwa seorang ulama yang berbeda dengan fatwa sebenarnya, yang disebabkan karena lemahnya hafalan atau kurangnya pemahaman. Kadang juga karena salah dalam mengungkapkan, dan kenyataan membuktikan itu semua.

Demikian pula kabar-kabar yang menyangkut pribadi seseorang atau sebuah lembaga yang sama sekali tidak memiliki landasan yang benar. Ke semua itu tidak lain karena sebab-sebab yang telah disebutkan di atas. Ini jika memang pembawa berita dianggap sebagai orang yang jujur dan terbebas dari segala tuduhan dusta.

Imam Hasan Al Bashri berkata, “Seorang mukmin adalah abstain (diam) sehingga dia bertabayyun”.

Yang perlu ditekankan dalam persoalan ini adalah barangsiapa yang diketahui sebagai seorang yang jujur, bagus agamanya, bagus hafalannya dan pemahamannya, bagus dalam ungkapan serta penyampaiannya. Maka layaklah diterima beritanya tanpa harus meneliti terlebih dahulu. Jika ada cacat dalam salah satu sifat-sifat di atas, maka barulah tatsabbut terhadap berita itu dilakukan, khususnya jika menyangkut permasalah yang urgen.

Sebagai tambahan dalam masalah ini, ada baiknya merenungkan hadits Rasul berikut ini. Sabda beliau, “Semoga Allah memberikan cahaya kepada seorang hamba yang mendengarkan ucapanku lalu menghafal dan memahaminya, menyampaikannya kepada yang belum mendengarnya. Berapa banyak pembawa ilmu yang tidak faham terhadapnya, dan berapa banyak orang yang menyampaikan ilmu kepada yang lebih faham daripada dirinya”. Diriwayatkan Ahmad dalam Al Musnad 4/87.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button