Dewasa ini banyak kaum muslimin yang sudah mulai memiliki kepedulian terhadap Islam. Sehingga tidak sedikit banyak komunitas sering terbentuk di mana-mana. Seperti; ODOJ (One Day One Juz/Satu Hari Satu Juz, kelompok hijrah (dariberbagai kalangan) dan bahkan ada juga perumahan yang didesain seperti perkampungan muslim. Sungguh sangat membanggakan.
Tetapi ternyata semangat dan kepedulian itu masih (boleh dibilang) sangat rapuh. Sebab di kalangan kaum muslimin masih banyak yang kurang memperhatikan atau kurang membudayakan budaya tabayyun. Sehingga ketika mendengar tentang suatu isu atau kabar yang kurang jelas maka retaklah hubungan sesama mereka. Padahal sebelumnya mereka berada dalam satu komunitas. Padahal seandainya mau melakukan (budaya) tabayyun ini maka keretakan hubungan itu tidak akan mungkin terjadi.
Oleh karena itu hendaknya memperhatikan dua kisah di bawah ini;
a. Kisah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengutus Al Walid bin Uqbah menemui Haris bin Dhiror radliyallahu ‘anhu.

Haris bin Dhiror radliyallahu ‘anhu menceritakan, “Saya datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam kemudian beliau mengajak aku masuk Islam. Setelah aku masuk Islam beliau mengajakku menunaikan zakat. Setelah itu aku meminta izin kepada beliau untuk mengajak kaumku kepada Islam dan mengumpulkan zakat dari kaumku. Setelah tiba waktunya Rasulullah shalallahu ‘alaiihi wa salam mengutus Al Walid bin Uqbah untuk menemuiku dan mengambil apa yang telah aku janjikan.
Al Walid bin Uqbah takut dan setelah berjalan beberapa lama lalu dia pulang menemui Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan berkata, “Wahai Rasulullah. Sesungguhnya Haris itu enggan membayar zakat dan dia ingin membunuhku”.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tidak buru-buru mempercayai berita itu. Beliau mengutus Khalid bin Walid radliyallahu ‘anhu dan memerintahkan untuk mengecek kebenaran kabar tersebut. Dan Khalid pun melihat sesuatu yang membuatnya takjub, yakni ketaatan mereka terhadap Islam. Kemudian Khalid bin Walid berkata kepada Haris bin Dhirar, “Rasulullah telah mengutus Al Walid bin Uqbah kepadamu dan dia mengatakan bahwa engkau enggan membayar zakat dan ingin membunuh Al Walid bin Uqbah”.
Lalu Khalid bin Walid menemui Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan memberitahukan hasil investigasinya.
Tatkala Haris sudah menghadap Rasulullah, beliau berkata kepada Haris, “Engkau enggan membayar zakat dan ingin membunuh utusanku”.
Maka Haris menjawab, “Tidak wahai Rasulullah, demi yang mengutusmu dengan benar, aku tidak melihatnya sama sekali dan dia tidak menemuiku”.
Maka Allah pun menurunkan surat Al Hujuraat ayat 6, yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu”.
Qatadah meriwayatkan bahwa Rasalullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Mengecek (ketelitian) itu dari Allah, dan terburu-buru itu dari setan”.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
