Ternyata dakwah atau menyampai suatu kebenaran tidak asal-asalan saja. Sebab bila salah dalam menyampaikan atau salah dalam bertindak maka yang ada justru bencana atau bahkan penolakan terhadap kebenaran itu sendiri. Terutama sering menjelaskan maksud yang berkaitan dengan masalah agama, apalagi yang berkaitan dengan Allah Ta’ala. Maka harus benar-benar berhati-hati. Sebab bila salah bisa fatal. Sungguh tidak ada yang bisa meluruskan kesalahan ini kecuali ulama yang lurus. Siapa yang ilmunya masih terbatas, perkataannya tentu bisa terpeleset setiap waktu. Tetapi Allah mengampuninya karena kebodohannya.
Misalnya adalah hadits dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, beliau bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian berkata, ‘Menurut apa yang dikehendaki Allah dan terserah padamu’. Tetapi hendaklah berkata, ‘Menurut apa yang dikehendaki Allah, kemudian terserah padamu’. Diriwayatkan Abu Daud, Ahmad dan Al Baihaqi.

Sebab dalam kata sambung yang mutlak terdapat persekutuan dan penyertaan. Sebagai contoh adalah firman Allah Ta’ala, “Dan siapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya”.
Beliau juga bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian berkata, ‘Hai hambaku laki-laki dan hambaku perempuan’. Setiap orang di antara kalian adalah hamba Allah dan setiap wanita kalian adalah hamba Allah yang wanita. Tetapi hendaklah dia berkata, ‘Hai pembantuku laki-laki dan pembantuku wanita’. Diriwayatkan Bukhari, Muslim dan Ahmad.
An Nakha’i berkata, “Jika seseorang berkata kepada orang lain, ‘Hai keledai, hai babi!’, maka pada hari Kiamat nanti akan dikatakan kepadanya, “Apakah menurutmu engkau menciptakannya sebagai keledai atau babi?”.
Siapa yang memperhatikan uraian tentang bencana lidah ini, tentu dia akan tahu bahwa mengumbar perkataan tentu tidak bisa selamat dari bencana-bencana tersebut. Pada saat itulah dia akan mengetahui rahasia sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam, “Siapa yang diam (tidak bicara) dia selamat”. Diriwayatkan Tirmidzi, Ahmad, Al Baghawi dan Ibnu Mubarak.
Sebab bencana-bencana ini merupakan perusak yang ada di jalan orang yang berbicara. Maka jika diam tentu dia selamat. Bencana lain yang biasa dilakukan orang awam adalah bertanya tentang sifat-sifat Allah dan kalam-Nya.
Ketahuilah bahwa setan itu memberikan image kepada orang awam bahwa dengan keaktifanmu mendalami ilmu, membuat mereka menganggapmu termasuk ulama dan orang yang memiliki keutamaan. Selalu saja ada sesuatu yang mereka inginkan. Sampai-sampai mereka mengucapkan kata-kata yang kufur, sementara mereka tidak menyadarinya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Begitu cepat manusia bertanya sampai-sampai mereka berkata, ‘Ini Allah yang menciptakan makhluk. Lalu siapakah yang menciptakan Allah?’”. Riwayatabu Daud dan Ibnu Sunni.
Pertanyaan orang awam tentang sesuatu yang rumit merupakan bencana. Tindakan mereka yang mencari-cari makna sifat-sifat bisa merusak mereka dan sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka. Yang seharusnya mereka lakukan adalah beriman kepada apa yang disebutkan dalamAl Qur’an, kemudian pasrah terhadap apa yang dijelaskan Rasulullah tanpa mencari-cari dan menyibukkan diri dengan ibadah. Kesibukan mereka mencari-cari rahasia-rahasia ilmu sama dengan penggembala ternak yang mencari rahasia-rahasia kerajaan.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
