Bencana Bermuka Dua

Pasti semua orang atau kelompok amat sangat benci orang yang bermuka dua. Terlebih ketika terjadi dua orang/kelompok yang sedang berseteru, tahu-tahu dia muncul dengan wajah yang seakan menunjukkan bahwa dirinya memang bersama orang/kelompok yang sedang didatanginya. Lalu dia membicarakan kejelekan seterunya. Begitu sebaliknya, ketika dia mendatangi kelompok seterunya dia juga mengatakan bahwa dia bersama orang/kelompok tersebut. Di sana dia juga berbicara hal yang sama; menjelek-jelekkan seterunya.

Sehingga secara tidak langsung dua orang/kelompok itu bukannya semakin damai dan sejuk tetapi malah sebaliknya; semakin bertambah kebenciannya kepada seterunya. 

Sungguh perbuatan seperti ini oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam disebut sebagai seburuk-buruk manusia. Sebagaimana sabda beliau:

تَـجِدُوْنَ مِنْ شَرِّ النَّـاسِ ذَا الْوَجْـهَيْنِ الَّـذِي يَـأْتِى هَؤْلَاءِ بِـوَجْـهٍ وَهَـؤْلَاءِ بِـوَجْـهٍ.

“Kalian akan menjumpai seburuk-buruk manusia, yaitu orang yang bermuka dua, dia datang ke sini dengan satu sikap dan bila datang ke yang lain dengan sikap yang lain”. Diriwayatkan Muslim dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu.

bencana bermuka dua

Bahkan pada hiadts lain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah menginformasikan tentang bencana yang akan diterima bagi orang yang berwajah dua.

Sebagaimana hadits dari Amar bin Yasir radliyallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

مَنْ كَانَ لَـهُ وَجْـهَانِ فِى الدُّنْـيَـا كَانَ لَـهُ يَـوْمَ الْقِـيَـامَةِ لِسَـانَـانِ مِنْ نَـارٍ.

“Siapa yang memiliki dua wajah di dunia, ia akan memiliki dua lidah dari api di akhirat”. Riwayat Abu Daud no. 4873, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahiihah no. 892. 

Ini seperti perkataan dengan dua lidah di hadapan dua orang yang saling bertengkar. Dia menukil perkataan yang satu di hadapan yang lain, mengatakan sesuatu yang mendukung salah satu di antara keduanya, mendukung dan memujinya serta menjelek-jelekkannya yang lain. Begitu pula yang dia lakukan saat berhadapan dengan orang yang satunya lagi.

Dalam sebuah haditsdisebutkan, “Sesungguhnya orang yang paling jahat ialah orang yang memiliki dua wajah, yang datang kepada seseorang dengan satu wajah dan kepada orang liannya dengan wajah yang lain pula”. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

Hal ini berlaku bagi orang yang tidak dalam keadaan terpaksa. Sedangkan orang yang dalam keadaan terpaksa, karena ada ancaman dari penguasa umapanya, maka dia boleh melakukannya. 

Abu Darda’ berkata, “Kami bisa menyeringai di hadapan sekumpulan orang, sekalipun sebenarnya hati kami mengutuk mereka. Tapi siapa yang bisa tidak memperlihatkan kesetujuannya, maka dia tidak boleh berbuat seperti itu”.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button