Bencana Mengadu Domba

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Tidak masuk surga orang yang suka mengadu domba”. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

Adu domba ini biasanya berupa penukilan perkataan seseorang tentang orang lain, seperti perkataan, “Fulan berkata begini dan begitu tentang dirimu”.

Tidak sebatas itu saja, tetapi dia mengungkapkan sesuatu yang seharusnya tidak boleh diungkap, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Sehingga kalaupun dia melihat orang tersebut mengumpulkan harta untuk kepentingan dirinya sendiri, maka dia akan mengatakannya. Ini disebut orang yang suka mengadu domba dan perkataannya itu disebut adu domba. Siapa yang menghadapi orang seperti ini harus memperhatikan enam hal:

bencana adu domba

1. Tidak perlu mempercayai orang yang menukil perkataan seseorang tentang orang lain. Sebab orang seperti itu adalah orang fasik dan kesaksiannya tidak diterima.

2. Harus melarang perbuatannya itu dan menasehatinya.

3. Membenci karena Allah, karena dia adalah orang yang dibenci di sisi Allah. 

4. Tidak menduga yang tidak tidak terhadap saudaranya yang tidak ada di sisinya. 

5. Tidak mendorongnya untuk mencari-cari kesalahan orang yang diceritakan.

6. Ridak meridhai bagi dirinya apa yang dilarang-Nya, sehingga dia juga tidak boleh menceritakan apa yang diceritakan kepadanya itu.

Diriwayatkan bahwa Sulaiman bin Abdul Malik pernah berkata kepada seseorang, “Ku dengar engkau telah mengata-ngatai diriku. Engkau telah berkata begini dan begitu tentang diriku”.

“Aku tidak melakukannya”, jawab orang tersebut. 

“Sesungguhnya apa yang diceritakan itu memang benar”, kata Sulaiman.

Orang itu menyahut, “Orang yang suka mengadu domba tidak ada yang benar”.

Lalu Sulaiman berkata, “Engkau benar. Pergilah dengan membawa keselamatan”.

Yahya bin Abu Katsir berkata, “Orang yang mengadu domba bisa membuat kerusakan dalam jangka waktu satu jam, sementara tukang sihir belum tentu membuat kerusakan dalam jangka waktu satu bulan”.

Dikisahkan ada seorang laki-laki yang menawarkan seorang budak. Tuannya yang lama berkata, “Aku ingin memasrahkan kepadamu dalam urusan adu domba dn dusta”.

Orang yang menawar itu berkata, “Kini engkau bisa terbebas dari dua urusan ini”.

Maka dia pun langsung membeli budak yan suka mengadu domba dan berkata bohong tersebut.

Suatu kali budak tersebut berkata kepada tuannya, “Sesungguhnya istri tuan menyeleweng, dan dia bermaksud hendak membunuh tuan”.

Di lain waktu dia berkata kepada istri tuannya, “Sesungguhnya suami nyonya hendak menikah lagi dan mengambil hundik. Agar nyonya bisa menghentikan ulahnya, hingga dia tidak bisa menikah lagi dan mengambil gundik, maka ambillah sebilah pisau ini , lalu potonglah salah satu urat nadi di lehernya saat dia tidur”.

Lain kali budak itu berkata kepada tuannya, “Sesungguhnya istri tuan hendak membunuh tuan selagi tuan tidur”.

Maka orang tersebut pura-pura tidur. Istrinya mendekati dengan mengendap-endap sambil memegang pisau untuk melaksanakan aksinya. Setelah dekat, orang itu memegang tangan istrinya lalu membunuhnya. Tentu saja keluarga istri tidak terima. Karena itu mereka menghampiri orang tersebut dan membunuhnya.

Jadi, begitu dahsyatnya bahaya adu domba dengan segala resikonya bukan?

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button