Sebab yang mendorong seseorang melakukan ghibah banyak sekali, di antaranya adalah:
1. Hendak mencairkan amarah. Karena ada seseorang yang berbuat sesuatu terhadap dirinya yang membuatnya marah. Maka untuk mencairkan amarahnya, dia pun menggunjing orang tersebut.
2. Menyesuaikan diri dengan teman-teman, menjaga keharmonisan dan karena hendak membatu mereka. Jika mereka mengusik kehormatan seseorang, lalu dia mengingkari perbuatan mereka atau memotong perkataan/pembicaraan mereka, tentu mereka tidak mau menerimanya dan akan menghindarinya. Karena itu dia perlu ikut-ikutan dalam perbuatan mereka dan membantu mereka, demi menjaga hubungan baik dengan mereka.
3. Ingin mengangkat diri sendiri dengan cara menjelek-jelekkan orang lain. Seperti perkataan, “Fulan itu orang bodoh, pemahamannya dangkal”, atau lainnya, yang dimaksudkan untuk menguatkan posisi dan kelebihan dirinya serta memperlihatkan dirinya yang seakan-akan lebih pintar dari orang yang dimaksud. Begitu pula tindakannya yang dipicu rasa dengki, dengan memuji seseorang dan menjatuhkan saingannya.
4. Untuk candaan dan lelucon. Dia menyebutkan seseorang dengan maksud untuk membuat orang-orang tertawa. Bahkan banyak orang yang mencari penghidupan dengan cara ini.

Cara mengobati kebiasaan ghibah
Adapun cara mengobati penyakit ghibah ialah dengan menyadarkan orang yan meng-ghibah, bahwa perbuatannya itu memancing kemurkaan Allah Ta’ala, kebaikan-kebaikannya akan berpindah kepada orang yang dighibahinya. Dan jika tidak mempunyai kebaikan, maka keburukan orang yang dighibahinya itu akan dipindahkan kepada dirinya. Siapa yang menyadari hal ini tentu lidahnya tidak akan berani melakukan ghibah kepada orang lain.
Jika terlintas pikirannya untuk ghibah, maka hendaklah dia introspeksi dengan melihat aib diri sendiri lalu berusaha untuk memperbaikinya. Mestinya dia merasa malu jika dia mengungkap aib orang lain, sementara dirinya sendiri penuh aib, sebagaimana yang dikatakan dalam sebuah syair:
“Jikakau cela orang yang pada dirimu ada cela itu pula lalu bagaimana dengan celaan orang yang lebih tercela? Jika kau cela seseorang yang cela itu tidak ada padanya, maka akibatnya sangat besar di sisi Allah dan juga manusia”.
Jika dia tidak mempunyai aib, yang lebih baik baginya ialah mensyukuri nikmat Allah yang dilimpahkan kepadanya. Dia tidak perlu mengotori diri sendiri dengan aib yang sangat buruk, yaitu ghibah. Jika dia tidak ridha dighibah orang lain, mestinya dia juga tidak ridha jika mengghibah orang lain.
Hendaklah seseorang melihat sebab yang mendorongnya melakukan ghibah, lalu hendaklah berusaha memotong sebab tersebut. Karena cara mengobati suatu penyakit ialah dengan memotong penyebabnya. Inilah di antara sebab yang bisa disebutkan di sini.
Untuk mengobati keinginan menjaga pergaulan dengan teman-teman yang mengghibah, maka dia harus tahu bahwa Allah Ta’ala murka kepada siapa saja yang mencari keridhaan manusia dengan sesuatu yang membuar Allah murka. Yang harus dia lakukan ialah marah kepada teman-temannya. Cara mengobati penyakit-penyakit yang lain jua tak berbeda dengan cara ini.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
