Jenis ghibah yang paling buruk adalah ghibahnya orang-orang zuhud yang hendak membanggakan dirinya sendiri. Seperti ucapan mereka dihadapan orang banyak, “Segala puji bagi Allah yang tidak menguji kami dengan masuk ke rumah para penguasa dan tidak membelanjakan uang untuk membeli remukan roti”. Atau mereka berkata, “Kami berlindung kepada Allah dan orang yang memiliki sedikit rasa malu”.
Setiap muslim hendaknya memohon ‘afiah kepada Allah, karena manusia selalu menghimpun antara celaan terhadap orang lain dan pujian terhadap diri sendiri.
Atau bisa saja di antara manusia ada yang berkata, “Kasihan benar orang itu, yang telah diuji dengan bencana yang besar. Semoga Allah mengampuni dosa kita dan dosanya”.
Dia pura-pura memanjatkan doa, tapi menyembunyikan maksud buruk yang ada dalam hatinya.
Ketahuilah bahwa orang yang mendengarkan ghibah juga terlibat dalam perkara ghibah ini, dan dia tidak lepas dari dosa seperti orang yang meng-ghibahnya. Kecuali jika dia mengingkarinya dengan lidahnya, atau minimal dengan hatinya. Jika memungkinkan memotong pembicaraan (ghibah)nya itu dengan mengalihkan ke pembicaraan masalah lainnya, maka hendaklah dia melakukannya.

Diriwayatkan dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam, beliau bersabda, “Barangsiapa ada orang mukmin yang dihinakan di sisinya dan dia sanggup membelanya namun tidak melakukannya, maka Allah Ta’ala (akan) menghinakannya dihadapan banyak orang”. Diriwayatkan Ahmad.
Beliau juga bersabda, “Barangsiapa membela seorang muslim dari orang munafik yang menggunjingnya, maka Allah mengutus seorang malaikat yang menjaga dagingnya dari sengatan neraka Jahnnam pad hari Kiamat”. Diriwayatkan Abu Daud, Ahmad, Al Baghawi dan Ibnu Mubarak.
Suatu kali Umar bin Utbah melihat pembantunya sedang bercengkerama bersama orang lain yang menggunjing seseorang. Maka dia berkata, “Celaka kamu! Jaga telingamu dan jangan dengarkan perkataan yang kotor, dan jaga juga dirimu untuk tidak berkata yang kotor. Karena orang yang mendengar merupakan sekutu orang yang berbicara. Dia melihat sesuatu yang kurang berkenan di dalam bejananya, lalu dia pun menuangkannya ke dalam bejanamu”.
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Tahukah engkau apa itu ghibah?”.
Mereka menjawab, “Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu”.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain”.
Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?”.
Jawab beliau, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah meng-ghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya”. Diriwayatkan Muslim no. 2589.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
