Virus Penyakit Lisan

Sungguh virus penyakit lisan ini mendatangkan bencana bagi setiap perkataan yang keluar darinya sangatlah banyak. Yang sering dilakukan kebanyakan manusia tanpa sadar bahwa perkataannya akan membawa pada bencana. Terlebih karena banyaknya orang yang ikut nimbrung di dalamnya, di antaranya;

Bencana pertama:

Perkataan yang tidak dibutuhkan. Berbicara terhadap hal-hal yang mubah memang diperbolehkan dalam Islam. Akan tetapi apabila perbuatan mubah tersebut dilakukan secara berlebihan maka hal ini dilarang dalam Islam. 

Ketahuilah bahwa siapa yang mengetahui waktunya, yang merupakan modal pokoknya, tidak akan membelanjakannya kecuali untuk hal-hal yang berfaedah. Pengetahuan seperti ini mengharuskannya untuk menahan lidahnya dari perkataan yang tidak dibutuhkan. Sebab siapa saja yang meeninggalkan dzikir kepada Allah dan sibuk dengan hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan, maka dia seperti orang yang mengambil mutiara, tetapi justru dia mengambil sekepal tanah sebagai gantinya. Tentu ini merupakan kerugian besar bagi hidupnya.

penyakit lisan

Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْـلَامِ الْمَرْءِ تَـرْكُـهُ مَالَا يَـعْنِـيْـهِ.

“Di antara kebaikan Islam seseorang ialah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat baginya”. Hadits hasan gharib, riwayat Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976 dan Al Baghawi dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu. Syaikh Al Albani mngatakan bahwa hadits ini shahih. 

Pada hadits lain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

الْمُسْـلِـمُ مَنْ سَلِـمَ الْمُسْـلِمُوْنَ مِنْ لِسَـانِـهِ وَيَـدِهِ.

“Seorang muslim (yang baik) adalah yang tangan dan lisannya tidak menyakiti orang lain”. Riwayat Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40.

Sementara itu Lukmanul Hakim pernah ditanya seseorang, “Apa yang membuatmu bisa mendapatkan hikmah?”.

Beliau menjawab, “Aku tidak menanyakan sesuatu yang ku anggap cukup dan aku tidak mengatakan sesuatu yang tidak perlu”. 

Di riwayat lain disebutkan bahwa suatu hari mendatangi tempat tinggal nabi Daud ‘alaihi salam yang sedang menyelesaikan pembuatan baju besi. Lukman merasa ta’ajub terhadap apa yang dilihatnya, lalu dia ingin menanyakan hal itu. Namun hikmahnya melarang untuk bertanya. Setelah nabi Daud ‘alaihi salam menyelesaikan pekerjaannya, beliau bengkit dan mengenakan baju besi yang baru saja dibuatnya itu sambil berkata, “Sebaik-baik baju besi ialah untuk berperang”.

Maka lukman berkata, “Diam itu hikmah, namun sedikit orang yang melakukannya”.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button