Adab-adab Berbicara Bag.4

7. Menjauhkan diri dari sifat kagum terhadap diri sendiri, sok fasih dan memaksakan diri dalam bertutur kata.

Bila sebelumnya suka terkagum-kagum dengan diri sendiri maka hal ini sepintas akan sulit. Tetapi ingatlah bahwa semuanya pasti bisa bila sudah menyadarinya dan berusaha untuk berubah.

Bukankah Allah juga akan merubahnya bila dirinya mau merubah?

لَهُ مُـعَقِّـبَـاتٌ مِّن بَّـيْنِ يَدَيْـهِ وَمِنْ خَلْـفِـهِ يَـحْفَـظُوْنَـهُ مِنْ أَمْرِ اللهِ إِنَّ اللهَ لَا يُـغَـيِّرُ مَا بِـقَـوْمٍ حَتَّى يُـغَيِّـرُوا مَا بِـأَنْـفُـسِهِـمْ، وَإِذَا أَرَتدَ اللهُ بِـقَـوْمٍ سُوْءً فَلَا مَرَدَّ لَـهُ، وَمَا لَـهُم مِّن دُوْنِـهِ مِن وَالٍ.

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengu bah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. Qs. Ar Ra’du 11. 

Maka bagi siapa saja mengetahui bahwa dirinya termasuk orang yang suka sok fasih, berlebih-lebihan dalam berbicara serta suka ta’ajub terhadap dirinya. Saat inilah waktu untuk berusaha berubah. Agar kelak tidak termasuk orang yang dibenci dan jauh majilsnya dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Sabda beliau:

Allah tidak mengubah suatu kaum

“Sesungguhnya orang yang paling aku benci di antara kalian dan yang paling jauh majlisnya dariku papda hari Kiamat; orang yang berlebihan dalam berbicara, sok fasih dengan ucapannya dan merasa ta’ajub terhadap ucapannya”. Hadits hasan gharib riwayat Tirmidzi, Ibnu Hibban dan yang lainnya dari hadits Abu Tsa’labah Al Khusyani radliyallahu ‘anhu. 

8. Menjauhi banyak tertawa dan banyak berbicara.

Dalam sebuah hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda, “Janganlah banyak tertawa. Sebab (dengan) banyaknya tertawa itu bisa mematikan hati”.

Kenapa begitu? Sebab kebanyakan orang yang banyak tertawa itu seringnya dibumbui dengan perkataan-perkataan yang sifatnya merendahkan orang lain atau ada unsur kebohongannya, meskipun sedikit. Sedangkan orang yang banyak bicara juga sebelas dua belas.

9. Menghindari memotong pembicaraan orang yang sedang berbicara.

Ada sebuah perkataan yang sangat pas sepertinya, yakni DIAM ADALAH EMAS. Bahkan sebagaimana yang sudah pernah diulas di atas dikatakan bahwa ada seorang ulama yang saat itu sedang bersama muridnya. Karena muridnya di kumpungnya sudah menjadi seorang guru, lalu muridnya (yang sudah menjadi guru tersebut) ditanya oleh murid binaannya. Dan ketika muridnya yang sudah menjadi guru itu menjawab pertanyaan binaannya sang ulama tersebut diam saja. 

Sang ulama tadi berkata bahwa sebenarnya beliau tahu jawaban tetapi beliau memilih diam.

Inilah akhlak Islam dan inilah adab Islam. 

Hal yang sama juga pernah dilakoni imam Syafi’i rahimahullah terhadap imam Malik rahimahullah. Yakni sebelumnya imam Syafi’i menunggu imam Malik menyelesaikan taklimnya hingga selesai. 

Seusai pembelajaran dan imam Malik hendak pulang barulah imam Syafi’i menyapa imam Malik (singkat cerita) lalu mengutarakan keinginannya untuk menjadi muridnya; belajar dan menimba ilmunya imam Malik. 

Ketika imam Malik merasa agak keberatan maka imam Syafi’i meminta izin untuk menghafalkan kitabnya imam Malik yang terkenal, Al Muwaththa’, dihadapan sang penulisnya langsung, imam Malik.

Ya, inilah adab dan akhlak yang telah ditunjukkan kepada para salaf terdahulu.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button