Dalil-dalil Tentang Keharusannya Menjaga Lisan Dan Keutamaan Diam Bag.4

Dari Mu’adz bin Said rahimahullah, diriwayatkan bahwa dia berkata, “Kami pernah bersama Atha’ bin Abi Rabbah. Tiba-tiba seorang laki-laki berbicara dan pembicaraannya dipotong oleh temannya. Maka Atha’ berkata, “Subhanallah, akhlak macam apa ini?. Sesungguhnya aku dengar orang lain berbicara, sedangkan aku lebih mengerti daripada dirinya, tetapi aku seolah-olah menunjukkan bahwa aku belum mengerti apa yang disampaikannya”. Terdapat pada SHIFFATUSH SHAFWAH 2/214. 

Dari Khalaf bin Tamim rahimahullah, diriwayatkan bahwa dia berkata, “Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami, dari Al Auza’i, bahwa dia berkata, “Umar bin Abdul Aziz pernah menulis surat kepada kami yang hanya dihafal isinya oleh aku dan Makhul, yakni sebagai berikut: “Amma Ba’du, sesungguhnya orang yang banyak mengingat-ingat kematian, dia akan senang dengan bagian di dunia yang sedikit. Orang yang menganggap bicaranya itu termasuk amal perbuatannya, dia akan sedikit berbicara, kecuali dalam hal yang membawa manfaat buat dirinya. Wassalam”. Siyarul A’laamin Nubalaa’.

sahabat yang menjaga lisan

Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Asma’ binti Abu Bakar Ash Shiddiq radlilyallahu ‘anhuma, dia berkata, “Saat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam hijrah ke Madinah dan Abu Bakar menyertai beliau, maka Abu Bakar membawa semua hartanya sebanyak lima atau enam ribu dirham. Kakekku yang buta, Abu Quhafah memasuki rumah seraya berkata, “Demi Allah, menurutku Abu Bakar telah membuat kalian risau karena semua hartanya dia bawa”.

“Tidak kakek, masih banyak kebaikan yang dia tinggalkan bagi kita”, kata Asma’.

Lalu aku mengambil kerikil-kerikil dan ku letakkan di sebuah lubang di dalam rumah, yang di tempat itulah biasanya Abu Bakar meletakkan hartanya, kemudian ku letakkan kain di atasnya. Ku pegang tangan kakek, sambil ku katakan kepadanya, “Letakkanlah tangan kakek di tempat penyimpanan harta ini”.

Setelah meraba tempat itu, kakek berkata, “Tak apalah kalau dia meninggalkan harta ini bagi kalian. Dia memang telah berbuat yang terbaik, dan sudah cukup bagi kalian”.

Padahal, demi Allah, ayahku tidak meninggalkan apapun bagi kami. Aku berbuat seperti itu untuk membuat kakek merasa tenang”.

Begitulah yang disebutkan dalam Al Bidayah, 3/179. Ahmad dan Ath Thabrani juga mentakhrij yang seperti ini. Menurut Haitsami, 6/59. Rijalnya Shahih, kecuali Ibnu Ishaq. Tapi juga ditegaskan bahwa dia memang mendengarnya. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button