Dalil-dalil Tentang Keharusannya Menjaga Lisan Dan Keutamaan Diam Bag.3

3. Perkataan para salaf.

Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu berkata, “Tidak ada sesuatu yang membuat seseorang lebih lama mendekam di dalam penjara selain dari lidahnya”.

Abu Darda’ radliyallahu ‘anhu berkata, “Aktifkanlah dua telingamu daripada mulutmu. Karena engkau diberi dua telinga dan satu mulut agar engkau lebih banyak mendengar daripada berbicara”. 

Lukmanul Hakim pernah ditanya seseorang, “Apa yang membuatmu bisa mendapatkan hikmah itu?”. 

Beliau menjawab, “Aku tidak menanyakan sesuatu yang ku anggap cukup dan aku tidak mengatakan sesuatu yang tidak perlu”.

Diriwayatkan bahwa suatu hari dia mendatangi tempat tinggal nabi Daud ‘alaihi salam yang sedang menyelesaikan pembuatan baju besi. Lukman merasa takjub terhadap apa yang dilihatnya, lalu beliau ingin menanyakan hal itu. Namun hikmahnya melarang untuk bertanya.

dalil menjaga lisan

Setelah nabi Daud menyelesaikan pekerjaannya, nabi Daud bangkit dan mengenakan baju besi itu, sambil berkata, “Sebaik-baikbaju besi ialah untuk berperang”.

Maka Lukman berkata, “Diam itu hikmah, namun sedikit orang yang melakukannya”.

Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhu biasa meletakkan kerikil di dalam lisannya karena khawatir terlanjur mengeluarkan kata-kata yang tidak berguna. Ketika ditanya, beliau menjawab sambil menunjuk lisannya, “Inilah yang menjerumuskan aku pada jurang kecelakaan”.

Dari Maimun bin Mihran rahimahullah, diriwayatkan bahwa dia berkata, “Ada seorang laki-laki yang datang menemui Salman (Al Farisi) radliyallahu ‘anhu, lalu berkata kepadanya, “Berikan aku nasehat”.

Beliau (Salman Al Farisi) berkata, “Janganlah berbicara”.

Laki-laki itu berkata, “Orang yang hidup di tengah manusia, mana bisa tidak berbicara?”.

Beliau menanggapi, “Kalau anda hendak berbicara, berbicaralah yang benar, atau diam”. 

Lelaki itu kembali berkata, “Tolong tambahkan yang lain”.

Salman berkata, “Jangan marah”.

Laki-laki itu berkomentar, “Terkadang terjadi pada diriku, apa yang aku tidak bisa menahan diri”.

Salman menanggapi, “Kalau begitu, bila engkau marah, jaga lidah dan tanganmu”.

“Tambahkan lagi”, kata leaki-laki itu meminta lagi.

Salman berkata, “Jangan campuri urusan orang lain”.

Laki-laki itu menjawab, “Orang yang hidup bersama orang banyak, tidak mungkin tidak mencampuri urusan orang lain”.

Salman berkata, “Kalau engkau harus mencampuri urusan orang lain, katakan perkataan yang benar, dan tunaikanlah amanah kepada yang berhak”. Terdapat dalam SHIFFATUSH SHAFWAH 1/549. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button