Dalil-dalil Tentang Keharusannya Menjaga Lisan Dan Keutamaan Diam Bag.2

2. Dalil Hadits.

“Barangsiapa yang dapat menjamin bagiku apa yang ada di antara dua tulang dagunya (lidah) dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluannya), maka aku menjamin baginya surga”. Diriwayatkan Bukhari dalam Shahih-nya dari Muhammad bin Abu Bakar.

Íman seorang hamba tidak akan (bisa) istiqamah sebelum hatinya istiqamah. Hatinya tidak akan (bisa) istiqamah sebelum lidahnya istiqamah”. Diriwayatkan Ahmad, dan ada beberapa syahid baginya. 

“Barangsiapa yang menjaga lidahnya, maka Allah (akan) menutupi aibnya”. Diriwayatkan Abu Nu’aim dan Ibnu Abdid Dunya. AL Albani mengatakan dalam kitabnya SILSILAH ADH DHAIFAH WAL MAUDHUAH; hadits ini maudhu’.

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaknya dia berkata baik, atau hendaknya dia diam”. Muttafaqun ‘alaihi dari hadits Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu.

Mu’adz radliyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, “Apakah kami akan dituntut dari apa yang kami ucapkan?”. 

menjaga lisan

Beliau menjawab, “Kamu ini bagaimana? Apakah ada yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka kalau bukan hasil dari lisan-lisan mereka?”. Diriwayatkan Tirmidzi, hadits hasan shahih. 

Dari Tsa’labah radliyallahu ‘anhu, dia berkata bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling ku benci dan paling jauh jaraknya di antara kalian dengan aku pada hari Kiamat ialah orang yang akhlaknya buruk di antara kalian, banyak bicara dan banyak berkata-kata”. Hadits shahih riwayat Ahmad.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Bilal dari Bilal Ibnul Harits radliyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya ada seseorang yang berbicara dengan suatu perkataan yang diridhai Allah Ta’ala dan tidak sekalipun dia menyangka perkataannya itu akan membawa akibat sedemikian jauhnya. Yakni Allah menetapkan baginya dengan perkataannya itu (dia mendapatkan) keridhalaan-Nya sampai hari Kiamat. Dan ada seseorang yang berbicara dengan suatu perkataan yang dimurkai Allah Ta’ala dan tidak sekalipun dia menyangka perkataannya itu akan membawa akibat sedemikian jauhnya. Yakni Allah menetapkan baginya dengan perkatannya itu kemurkaan-Nya sampai hari Kiamat”. Diriwayatkan Tirmidzi.

Diriwayatkan Imam Ahmad rahimahullah Ta’ala bahwa sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

إِنَّ الرَّجُـلَ لَـيَـتَكَـلَّـمُ بِالْكَـلِمَـةِ يَـضْحَـكُ بِـهَا جَـلَسَـاءُهُ يَـهْوِى بِـهَـا مِنْ أَبْـعَدَ مِنَ الثَّـرَيَـا.

“Ada kalanya seseorang berbicara dengan suatu kata yang di mana orang di sekelilingnya tertawa dengan ucapannya, namun dengan kata-katanya tersebut dia terpelanting ke tempat yang lebih jauh dari bintang tsuraya”.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button