Virus Penyakit Lisan

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka hendaklah berbicara dengan baik atau diam”. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim. 

Allah Ta’ala menciptakan nikmat lisan sebagai sarana beribadah. Dengan lisan manusia diperintahkan menyampaikan kebaikan, saling nasehat menasehati dalam kebenaran, dan memperbanyak dzikir kepada Allah Ta’ala. Jika nikmat ini tidak dapat difungsikan dengan baik, tapi justru digunakan untuk menggunjing, memfitnah, berkata kotor, memaki, memecah belah dan lainnya. Maka diam adalah pilihan paling tepat sebagaimana perintah Rasulullah shalallahu ‘alaihi sa walam di atas (hendaklah  berbicara dengan atau diam).

Lisan laksana pisau tajam bermata dua. Dia bisa membawa manfaat yang besar, tetapi juga bisa menimbulkan mafsadat (kerusakan) yang sangat dahsyat. Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam ditanya apa yang paling ditakuti pada umatnya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab, “Inilah (yang paling aku takuti)”.

penyakit lisan

Begitu besarnya bahaya yang ditimbulkan lisan, hingga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengajarkan umatnya agar menjaga lisan dengan cara diam, kecuali pembicaraan yang membawa manfaat dan maslahat. Diam adalah benteng bagi lidah manusia dari perkataan sia-sia. Banyak hikmah yang dapat dipetik dari sikap diam. 

Selain itu diam adalah ibadah tanpa mengeluarkan tenaga, perhiasan tanpa harus berhias, kharisma tanpa diminta, kerajaan tanpa singgasana, benteng tanpa pagar, istirahat bagi kedua malaikat pencatat amal dan penutup segala aib.

Virus penyakit lisan amat banyak ragamnya. Bisa terasa manis di hati dan banyak pemicunya berasal dari tabiat. Tidak ada cara yang bisa menyelamatkan dari bencana ini kecuali dengan diam. Terlebih dahulu akan dikupas tenang dalil-dalil tentang keharusannya menjaga lidah dan keutamaan diam, lalu disusul dengan berbagai bencana lidah secara terperinci. Insya Allah. 

Sebagai bahan renungan, hendaknya selalu mengingat sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam berikut ini:

1. Tentang sebaiknya diam.

مَنْ كَانَ يُـؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَـوْمِ الْآخِرِ فَـلْيَـقُـلْ خَيْـرًا أَوْ لِـيَـصْمُـتْ.

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka hendaklah dia berkata (yang) baik atau hendaklah dia diam”. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

2. Tentang; Allah akan menutupi aib seorang hamba bila mampu menjaga lisannya.

“Barangsiapa yang menjaga lidahnya, maka Allah akan menutupi aibnya”. Diriwayatkan Abu Nu’aim dan Ibnu Abid Dunya. Al Albani mengatakan dalam kitabnya Silsilah Adh Dhaifah wal Maudhu’ah: hadits ini maudhu’.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button