Setelah membahas sedikit tentang sebab-sebab hasad, maka di sini akan sedikit memaparkan tentang setidaknya ada beberapa bahaya hasad yang perlu diperhatikan.

- Tidak menyukai apa yang Allah Ta’ala takdirkan. Merasa tidak suka dengan nikmat yang telah Allah berikan kepada orang lain yang pada hakekatnya adalah tidak suka dengan apa yang telah Allah Ta’ala takdirkan dan menentang takdir Allah Ta’ala.
- Hasad itu akan melahap kebaikan seseorang sebagaimana api melahap kayu bakar yang kering karena biasanya orang yang hasad itu akan melanggar hak-hak orang yang tidak dia sukai dengan menyebutkan kejelekan-kejelekannya, berupaya agar orang lain membencinya, menrendahkan martabatnya dan lain-lain. Ini semua adalah dosa besar yang bisa melahap habis berbagai kebaikan yang ada.
- Kesengsaraan yang ada di dalam hati orang yang menyimpan rasa hasad. Setiapkali dia saksikan adanya tambahan nikmat yang didapatkan oleh orang lain maka dadanya terasa sesak dan hatinya susah. Akan selalu dia awasi orang yang tidak dia sukai dan setiap kali Allah Ta’ala memberi limpahan kenikmatan kepada orang lain mak adia berduka dan susah hatinya.
- Memiliki sifat hasad adalah menyerupai karakter orang-orang munafik dan Yahudi. Karena siapa saja yang memiliki ciri khas orang kafir maka dia menjadi bagian dari mereka dalam ciri-ciri khas tersebut. Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai sekelompok orang maka dia bagian dari mereka”. Hadits shahih diriwayatkan Ahmad dan Abu Daud.
- Seberapapun besar kadar hasad seseorang tidak mungkin baginya untuk menghilangkan nikmat yang telah Allah Ta’ala karuniakan. Jika telah disadari bahwa itu adalah suatu yang mustahil mengapa ada hasad di dalam hati.
Itulah mengapa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah berpesan kepada anak muda, Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhu, sabda Rasulullah, “Jagalah Allah, niscaya Dia menjagamu; jagalah Allah, niscaya kamu mendapati-Nya bersamamu; jika kamu mempunyai permintaan, mintalah kepada Allah; jika kamu membutuhkan pertolongan, minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah; seandainya seluruh manusia bersatu untuk memberi manfaat dengan sesuatu, mereka tidak akan dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu; dan jika mereka bersatu untuk mencelakaimu dengan sesuatu, mereka tidak akan dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah mengering”. Diriwayatkan Tirmidzi.
Coba diperhatikan dua tanda yang berbeda dari terjamahan hadits di atas. Yang pertama yang tulisan tebal. Di sana disebutkan tentang (seandainya) seluruh manusia bersatu hendak memberi manfaat atau faedah atau kebaikan kepada seseorang, sungguh seluruh manusia itu tidak akan dapat melakukannya kecuali yang sudah Allah tetapkan kepada orang tersebut.
Sementara pada tulisan yang bergaris disebutkan bahwa seandainya seluruh manusia di dunia ini hendak membuat suatu keburukan bagi seseorang tentu mereka tidak akan pernah bisa kecuali yang sudah Allah tetapkan kepada orang tersebut.
Nah, bila sudah demikian kenapa masih saja menyimpan hasad?
Wallahu a’lau bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
