Dalil-dalil Tentang Dengki Dan Iri (Hasad) Bag.4

Dalil dari As Sunnah dan perkataan para salaf:

Seandainya manusia tahu bahwa hasad itu seperti kayu bakar yang bisa membakar pemiliknya kayu tersebut, tentu manusia tidak akan pernah mau memiliki rasa hasad dalam hatinya.

Anas radliyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

الْحَسَدُ يَـأْكُـلُ الْحَسَنَـاتِ كَـمَا تَـأْكُـلُ النَّـارُ الْحَطَـبُ وَالصَّدَقَـةُ تُـطْفِـئُ الْخَطِيْـئَةُ كَـمَا يُـطْفِـئُ الْمَـاءُ النَّـارَ وَالصَّلَاةُ نُـوْرُ الْمُؤْمِنِ وَ الصِّـيَـامُ جُنَّـةٌ مِنَ النَّـارِ.

“Hasad itu akan menghapuskan kebaikan-kebaikan sebagaimana api yang melalap kayu bakar. Sadaqah akan menghapuskan kesalahan-kesalahan  sebagaimana air yang memadamkan api. Shalat adalah cahaya bagi seorang mukmin sedangkan puasa merupakan tameng dari neraka Jahannam”. Diriwwayatkan Ibnu Majah, Al Albani mendhaifkan hadits ini. 

Pada hadits lain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

لَيْـسَ مِـنِّي ذُوْ حَسَدٍ وَلَا نَـمِيْـمَةٍ وَلَا كَـهَـانَـةٍ وَلَا أَنَـا مِنْـهُ.

“Bukan dari golonganku (yaitu) mereka yang berbuat hasad, melakukan namimah dan perdukunan, dan aku bukanlah dari (golongan) mereka”. Hadits dhaif riwayat Thabrani.

hadist tentang hasad

Walaupun haditsnya dhaif tetapi ketiga hal yang disebutkan di atas adalah sesuatu yang tercela (hasad), dapat menimbulkan fitnah dan adu domba (namimah) serta bahkan sampai pada tingkatan syirik (perdukunan). 

Namimah, sebenarnya proses lanjutan dari hasad. Sungguh namimah tidak akan terjadi bila sebelumnya tidak ada rasa hasad. Lalu dengan hasad inilah kemudian orang yang hasad itu mencari-cari celah kelemahan orang yang membuat dirinya hasad kemudian menyebarkannya ke khalayak ramai atau hanya kalangan terbatas saja. 

Sementara perdukunan akan selalu ramai bila (salah satunya) penyakit hasad ini masih menghunjam dalam dada. 

Oleh karenanya agar tidak sampai pada titik perdukunan hendaknya setiap muslim selalu berfikir untuk selalu berfikir positif dang berusaha menghindari rasa hasad ini. Bila tidak maka akan sia-sia dan menyesallah nanti di akhirat.

Sebab apabila sudah sampai pada tingkat perdukunan atau mendatangi dukun lalu membenarkan apa yang dikatakan sang dukun maka gugurlah keimanannya. Dan ini adalah musibah paling besar bagi manusia beriman. Karena dia telah menukar dunianya hanya demi memenuhi hasrat dengkinya terhadap saudara muslim lainnya.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

إِنَّ أَشَـدَّ النَّـاسَ نَـدَمَـةَ يَـوْمَ الْقِـيَـامَـةِ رَجُـلٌ بَـاعَ آخِرَتَـهُ بِـدُنْـيَـا غَـيْـرَهُ.

“Sesungguhnya manusia yang paling besar penyesalannya pada hari Kiamat adalah seseorang yang menjual akhiratnya dengan dunia orang lain”. Diriwayatkan Bukhari.

Wallahu a’lamu bish shawaab

By: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button