Dalil-dalil Tentang Dengki Dan Iri (Hasad) Bag.2

Dalil dari As Sunnah:

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

لَا تَـحَاسَدُوْا وَلَا تَـبَـاغَـضُوْا وَلَا تَـجَـسَّـسُوْا وَلَا تَـحَسَّـسُوْا وَلَا تَـنَـاجَشُوْا وَكُـوْنُـوْا عِـبَـادَ اللهِ إِخْوَانًـا.

“Janganlah kamu sekalian saling mendengki (hasad), dan janganlah kamu sekalian saling  membenci, dan janganlah kamu sekalian salilng memata-matai, janganlah kamu sekalian saling membuka aib, janganlah kamu sekalian saling tipu dan saling menjatuhkan, tetapi jadilah kamu sekalian hamba Allah yang bersaudara”. Diriwayatkan Muslim dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu.

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Janganlah saling hasad di antara kalian, dan hasad merupakan tabiat manusia, yang mana manusia benci kalau dirinya diungguli dari bangsa lain (masyarakat) tentang berbagai macam keutamaan yang dia miliki”.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

إِيَّـاكُـمْ وَالْحَسَدَ فَـإِنَّ الْحَسَدَ يَـأْكُـلُ الْحَسَنَـاتِ كَـمَا تَـأْكُـلُ النَّـارُ الْحَـطَبَ.

hadist tentang hasad

“Jauhilah oleh kamu sekalian sikap hasad (dengki), karena sesungguhnya sikap hasad itu memakan (menghabiskan) kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan (menghabiskan) kayu bakar”. Diriwayatkan Abu Daud –Ibnu Majah dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu. Al Albani mendhaifkan hadits ini, Bukhari mengatakan hadits ini dhaif.

Maksud “Memakan kebaikan” dalam hadits di atas adalah menghilangkannya, membakarnya dan menghapus pengaruhnya, seperti yang disebutkan dalam kitab Faidhlul Qadiir syarh Al Jami’ Ash Shaghiir, karya Abdur Rauf Al Manawi. 

Ini juga menunjukkan bahwa kebaikan itu bisa sirna dalam sekejap jika terbakar oleh kedengkian. Makin besar api kedengkian, maka akan makin cepat melalap habis kebaikan itu sendiri.

Al Manawi dalam At Taisir bi syarhi Al Jami’is Shaghiir menjelaskan sebab-sebab dihilangkannya kebaikan pendengki adalah, “Karena orang yang dengki itu berarti (telah) menganggap Allah Ta’ala jahil, tidak bisa memberikan sesuatu sesuai dengan proporsinya”. Dia menganggap Allah Ta’ala salah dalam memberikan nikmat dan karunia.

Sangat berbahaya sekalil bukan?

Ya, seakan dirinya (yang suka iri dan dengki) lebih tahu dari Allah Ta’ala tentang siapa yang lebih layak untuk mendapatkannya. Sehingga layaklah pendengki itu dihilangkan kebaikan-kebaikannya. Sungguh rugi para pendengki, selalu risau di dunia dan terancam bangkrut di akhirat.

Wallahu a’lamu bish shawaab

By: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button