Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
أَرْبَـعٌ إِذَا كُـنَّ فِيْـكَ فَلَا عَـلَـيْكَ مَا فَـاتَـكَ مِنَ الدُّنْـيَـا: حِـفْظُ أَمَانَـةٍ، وَصِدْقُ حَدِيْـثٍ، وَحُسْنُ خَـلِيْـقَـةٍ، وَعِـفْـةٌ فِى طُـعْـمَـةٍ.
“Empat hal yang jika keempatnya ada pada dirimu maka tiada masalah bagimu apabila kamu harus kehilanganmu dari duniamu; menjaga amanah, berkata jujur, berakhlak baik dan bersikap perwira dalam makanan”. Terdapat dalam Musnad Ahmad 2/177, Ahmad Syakir menetapkan bahwa sanadnya shahih 2252, Al Albani juga menyatakannya shahih li ghairihi pada kitab At Targhiib 2929.
Subahaanallah! Simpel haditsnya tetap sangat mendalam maknanya. Ya, seandainya seluruh duniamu hilang tidak masalah asal keempat sifat yang disebutkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam itu masih ada pada dirimu hingga akhir hayatmu. Begitulah pesan dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Sungguh hal inilah yang membuat kaum muslimin Makkah mau merelakan segala yang dimilikinya untuk ditinggal lalu mereka hijrah ke Madinah mengikuti perintah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Padahal di Makkah mereka memiliki kehidupan yang sangat menyenangkan menurut ukuran dunia.

Begitu juga sebaliknya, kaum muslimin di Madinah pun dengan suka rela menerima dan menampung saudaranya seiman dari kaum muslimin Makkah. Mereka memberikan dunianya kepada saudaranya seiman demi saudaranya kerasan dan nyaman hidup dan tinggal di Madinah.
Dan ternyata setelah mereka menjadi kaum muhajirin (kaum yang hijrah) dan anshar (kaum penolongnya muhajirin), Allah berikan ganjaran kepada kehidupan di dunia yang sangat menyenangkan. Yakni mereka bisa hidup bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam selamanya. Selain itu mereka juga mendapatkan ampunan dari Allah Ta’ala.
لَـقَد تَّـابَ اللهُ عَـلَى النَّـبِـيِّ وَالْمُهَـاجِرِيْـنَ وَالْأَنْـصَارِ الَّـذِيْـنَ اتَّـبّـعُوهُ فِى سَاعَـةِ الْعُـسْرَةِ مِن بَـعْدِ مَا كَادَ يَـزِيْـغُ قُـلُوْبُـهُـمْ فَرِيْـقٍ مِّنْـهُـمْ ثُـمَّ تَـابَ عَـلَيْـهِـمْ، إِنَّـهُ بِـهِـمْ رَءُوْفٌ رَّحِـيْمٌ.
Sesungguhnya Allah telah menerima taubat nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar, yang mengikuti nabi pada masa-masa sulit, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka. Qs. At Taubah 117.
Bukankah para muhajirin –mereka hijrah ke Madinah- memang kepergiannya dalam rangka untuk menjaga iman, Islam dan harkatnya sebagai seorang mukmin? Begitu juga kaum anshar. Mereka dengan suka rela memberikan segala fasilitas yang dimilikinya demi membantu dan membahagiakan saudaranya seiman agar mereka tetap merasa nyaman hidup di Madinah.
Dan yang terpenting dari kehidupan para sahabat itu adalah bahwa sekaya apapun mereka –terutama sahabat Abdurrahman bin ‘Auf radliyallahu ‘anhu- makannya beliau sama dengan apa yang makan oleh sahabat Bilal bin Rabbah radliyallahu ‘anhu. Padahal dari sisi ekonomi kedua sangat berbeda tetapi ternyata sahabat Abdurrahman sanggup makan seperti apa yang di makan sahabat Bilal. Ini sungguh luar biasa.
Wallahu a’lamu bish shawaab
By: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
