Peringatan Untuk Meninggalkan Kedustaan Dan Memilih Kejujuran Bag. 2

Dalil dari Al Qur’an maupun As Sunnah sudah disebutkan di atas. Begitu juga tentang ancaman-ancamannya bagi para pendusta. Lalu bagaimana jika ada orang yang benar-benar ingin bertaubat?

Setidaknya ada beberapa yang harus dijalaninya, di antara:

1. Meninggalkan dusta walau dalam bercanda atau berdebat.

Ini mungkin sangat berat di awalnya. Betapa tidak?

Orang yang biasanya sering berdusta kok tahu-tahu saat itu disuruh mengerem lisannya untuk tidak berdusta; apalagi bercanda atau pas melawak. Tentu ini sangat berat sekali. Tetapi ingatlah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

لَا يُـؤْمِنُ الْعَـبْدُ الْإِيْـمَـانَ كُـلَّـهُ، حَـتَّى يَـتْـرُكَ الْكَـذِبَ فِى الْمُـزَاحَـةِ، وَيَـتْـرُكَ الْمِـرَاءَ وَإِنْ كَـانَ صَادِقًـا

“Seseorang tidak beriman dengan keimanan total (sempurna) sampai dia meninggalkan dusta dalam canda dan debat, meskipun dia benar”. Musnad Ahmad 2/352, ditetapkan berderajat shahih li ghairihi oleh Al Albani pada At Targhiib 2939.

pelaku zina yang bertaubat

Pada waktu yang lain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam juga bersabda:

لَا يَـبْـلُـغُ الْعْـبْدُ حَقِيْـقَـةَ الْإِيْـمَـانِ حَـتَّى يَدَعَ الْمِـزَاحَ وَألْكَـذِبَ وَيَـدَعَ الْمِـرَاءَ وَإِنْ كَـانَ مُـحِـقًّـا

“Seseorang tidak akan mencapai keimanan hakiki sampai dia mau meninggalkan canda, dusta dan meninggalkan perdebatan walaupun dia yang benar”. Terdapat pada Musnad Abi Ya’la, ditetapkan berkedudukan shahih li ghairihi oleh Al Albani pada At Targhiib 2940.

Setidaknya dari dua hadits di atas sudah kelas sekali bukan? Yakni lebih baik tetap menjaga lisan –untuk tidak berdusta- walau dalam kondisi sedang melawak atau berdebat sekalipun.

Rasulullah sahalallahu ‘alaihi wa salam juga menjelaskan bahwa siapa saja yang melakukan perbuatan itu beliau jamin dengan surga. Sabda beliau shalallahu ‘alaihi wa salam:

أَنَـازَعِيْـمٌ بِـبَـيْتٍ فِى وَسَـطِ الْجَـنَّـةِ لِـمَنْ تَـرَكَ الْكَـذِبَ وَ إِنْ كَـانَ مَـازِحًـا

“Sesungguhnya aku menjamin dengan sebuah rumah di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta walau dia sedang bercanda”. Terpadat pada Sunan Abu Daud 4800, ditetapkan berderajat hasan oleh Al Albani pada Silsilah Al Ahaadiits Ash Shahiihah 273.

Oleh karenanya semuanya kembali kepada diri sendiri-sendiri, bila memang benar-benar ingin taubat dari perbuatan dusta maka hindarilah. Niscaya kelak akan mendapatkan apa yang sudah dijanjikan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam; rumah di tengah-tengah surga!

Wallahu a’lamu bish shawaab

By: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button