Balasan Di Dunia Bagi Pendusta Bag.2

Dari dua ayat di atas (kisah Fir’aun yang berdusta tentang nabi Musa ‘alaihi salam) akhirnya justru membuat orang yang tadinya menyembunyikan keimanannya muncul. Dia membela nabi Musa ‘alaihi salam! Sebab kerabatnya ini sebenarnya sudah lama muak dengan kedustaasn yang selalu dilakukan Fir’aun terhadap nabi Musa ‘alaihi salam dan rakyatnya sendiri. 

Makanya Ibnul Qayyim dalam Al Fawaaidnya, I: 153, berkata, “Orang yang melewati batas dalam berdusta adalah orang yang terus menerus secara kuntinyu mengerjakan kedustaannya. Dia lebih memilih dusta dan menganggapnya ringan, meremehkan tentang efek negatif dari dusta serta berbagai akibat buruk dari dusta itu sendiri. 

Kenapa berdusta itu berbahaya? 

Sebab pengaruh dusta itu akan mengakibatkan si pendusta akan selalu terdorong untuk selalu mengulang-ulang terus menerus, sehingga bisa berkembang menjadi pendurhaka. Dan, apabila seseorang berbuat durhaka maka dia akan semakin jauh dari petunjuk.

Balasan Di Dunia Bagi Pendusta Bag.2

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

لَا يَـزَالُ الْعَـبْدُ يَكْـذِبُ، وَ تُـنْكُـتُ فِى قَـلْـبِـهِ نُـكْـتَـةٌ سَوْدَاءُ حَـتَّى يَـسْوَدَّ قَـلْـبُـهُ، فَـتُكْـتَـبُ عِـنْدَ اللهِ مِنَ الْكَاذَبِـيْـنَ.

“Seseorang (apabila) senantiasa berdusta dan memilih (jalan) dusta, sehingga dititikkan di dalam hatinya satu titik hitam sampai seluruh hatinya menjadi hitam, lantas dia dicatat di hadapan Allah sebagai salah seorang di antara para pendusta”. Terdapat dalam Al Muwaththa’, II/990. Al Albani menyatakan lemahnya pernyataan bahwa hadits ini mauquf pada At Targhiib 1747, para muhaqqiq kitab At Targhiib  menyatakan hadits ini berderajat hasan 4323.

Sebagai perumpamaan; kenapa setiap manusia ketika mereka sudah memegang makanan yang sangat disukainya, lalu terjadi listrik padam, kenapa mereka kok bisa memasukkan makanan kesukaannya itu ke dalam mulutnya? Padahal saat itu listrik tiba-tiba padam. Itu artinya bahwa dalam keadaan gelap sekalipun manusia itu bisa memasukkan makanan kesukaannya ke dalam tanpa salah masuk? Tidak masuk hidung, misalnya atau malah terlalu tinggi sehingga mengenai keninggnya. Atau justru masuk ke telinga?

Ya karena mereka sejak bayi sudah dibiasakan untuk memasukkan makanan ke dalam mulut. Sehingga tangan sendiri sudah mampu memperkirakan di mana letak pasnya mulut ini ketika tangan kanannya hendak memasukkan ke dalam mulut? 

Nah begitu juga dengan perbuatan dusta ini. Karena sudah sering sekali berdusta, justru ketika dirinya (suatu saat, misalkan) melakukan perbuatan yang jujur malah seperti ada perasaan-perasaan yang aneh. 

Pada hadits lain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

فَـإِنَّ الْكَـذِبَ يَـهْدِى إِلَى الْفُـجُوْرِ، وَإِنَّ الْفُـجُوْرَ يَـهْدِى إِلَى النَّـارِ، وِمَا يَـزَالُ الرَّجُـلُ يَـكْذِبُ وَيَـتَـحَرَّى الْكَـذِبَ حَتَّـى يُـكْـتَـبَ عِـنْدَ اللهِ كَـذَّابًـا.

“Sesungguhnya dusta itu akan mengarahkan pada (perbuatan) durhaka, dan kedurhakaan itu akan mengarahkan menuju neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan memilih dusta sampai dia dicatat di hadapan Allah sebagai seorang pendusta”. Diriwayatkan Bukhari 6094, dan Muslim 2607.

Apabila sudah mengetahui tentang bahayanya dusta maka sebaiknya segera bertaubat dan merubah perilaku dustanya menuju kejujuran dalam beramal.

Wallahu a’lamu bish shawaab

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button