Dusta Yang Diperbolehkan Bag,2

Di atas sudah disebutkan dalil-dalil tentang diperbolehkannya melakukan perbuatan dusta dalam tiga kondisi. Di antaranya:

Pertama: dalam peperangan.

Untuk masalah yang satu ini sebenarnya ada hadits sendiri jauh lebih spesifik lagi. Yakni hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, sabda beliau:

الْغَـزوُ خَدْعَـةُ.

“Perang itu tipu daya”. Diriwayatkan Bukhari. No. 3029 dan Muslim no. 58.

Tipu dayanya di mana?

Salah satunya adalah menyimpan informasi kepada musuh dan mencari infomasi dari musuh. Setelah mengetahui informasi musuh sementara musuh tidak mengetahui informasi sedikitpun tentang pasukannya maka ketika pasukannya menyerbu, pasti akan dengan mudah mengalahkannya.

Tetapi bila musuh mengetahuinya tentu malah pasukannya akan masuk ke dalam jebakan atau perangkapnya sehingga akan dengan mudah dikalahkannya. 

Selain itu dalam peperangan yang namanya saling serang dengan cara menipu dengan berbagai muslihat adalah hal yang biasa.

Kedua: dusta suami kepada istri atau dusta seorang istri kepada suami.

3 dusta yang diperbolehkan

Bila melihat kehidupan rumah tangga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam maka akan didapatkan suatu pelajaran yang sangat berharga. Di antaranya adalah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam memberi cincin kepada istri-istri dengan cara sembunyi-sembunyi. Yakni beliau mengatakan kepada salah satu istrinya bahwa cincin yang dibawa Rasulullah itu sengaja diberikan kepada istri beliau (yang sedang diajak berbicara dan hendak diberi cincin). Lalu beliau berpesan agar jangan sampai cincinnya terlihat oleh madunya yang lain. Akhirnya para istri Rasulullah merasa bahwa hanya dirinyalah istri yang paling dicintai Rasulullah.

Tetapi setelah Rasulullah wafat, para istri itu tahu-tahu berkumpul kemudian membicarakan tentang istri Rasulullah yang pertama akan menyusul beliau (meninggal) adalah istri yang panjang tangannya.

Lalu mereka sepakat mengukur tangan mereka dengan meletakkan tangannya di dinding. Nah saat itulah mereka terkaget-kaget. Sebab ternyata semua istri Rasulullah memakai cincin yang sama. Kemudian mereka bercerita bahwa Rasulullah pernah mengatakan bahwa orang yang diberi cincin adalah istri yang paling dicintai Rasulullah.

Ketiga: mendamaikan antar manusia. 

Mendamaikan perselisihan antar insan beriman itu terkadang menuntut si pendamai untuk berupaya agar mengatakan hal-hal yang baik kepada semua yang berselisih. Kemudian dia jangan sampai menyampaikan hal-hal yang sekiranya bisa membuat perselisihannya semakin meruncing. 

Secara umum, manusia itu pasti tidak mau bila dirinya dijelek-jelekkan. Atau ketika berselisih kemudian diri/kelompoknya direndahkan. Oleh karenanya cari cara agar mereka (orang/kelompok) yang sedang berselisih ini mau segera melupakan perkara-perkara yang bisa membuat dan memicu terjadinya peselisihan. 

Seandai terjadi korban jiwa sekalipun maka dicari bagaimana caranya agar masing-masing pihak mau duduk bersama lalu saling memaafkan serta mau melupakan perkara sebelumnya.

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah di antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”. Qs. Al Hurujaat 10.

Wallahu a’lamu bish shawaab

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button