Dusta Itu Merusak, Maka Jauhilah

Pernah mendengar tentang orang-orang yang sudah kecanduan narkoba? Sungguh perilaku mereka sebenarnya sudah di luar nalar dan akal sehat manusia. Bagaimana tidak?

Sungguh orang-orang yang sudah kecanduan narkoba itu apabila sudah sakaw maka dia harus ‘dijejali’ barang haram haram tersebut (narkoba). Bila tidak, maka yang terjadi adalah ‘perbuatan’ di luar nalar akal sehat manusia.

Bayangkan! Ketika sakaw telah menyergap dan tubuhnya tidak ada asupan narkoba, maka orang yang kecanduan akan teriak-teriak histeris! Mereka tidak peduli dengan keadaan. Maksudnya; ketika keadaan sedang sakaw, mereka harus segera mendapatkan asupan narkoba. Bila tidak, walaupun di tengah kerumunan massa, mereka akan teriak-teriak seperti orang gila.

terapi dusta

Maka hal yang sering ditemukan adalah –bila mereka tidak menemukan narkoba maka mereka akan menyayat tubuhnya dengan silet. Lalu ketika darahnya sudah mengucur, darah tersebut mereka hisap kembali untuk ditelan. Na’udzubillah!

Tapi ini memang nyata. Bahkan ada yang berani telanjang bulat keluar rumah!

Sementara di lain pihak tubuh orang yang kecanduan umunnya semakin menurun. Bahkan bahkan ada kecenderungan untuk menjadi kurus badannya.

Dan ingat bahwa badan kurusnya mereka itu bukan karena diet melainkan tubuhnya sudah digerogoti oleh penyakit-penyakit yang dibawa/bersamaan dengan narkoba. Hal itu membuat tubuhnya sangat mudah terserang penyakit.

Begitulah narkoba. Hal yang tidak jauh berbeda atau bahkan lebih parah lagi adalah penyakit dusta. Ya, penyakit ini apabila sudah menjadi ciri khas dan karakter diri seseorang maka orang tersebut seperti orang yang kecanduan narkoba. Yakni sehari saja dia tidak melakukan perbuatan dusta maka kepalanya puyeng.

Padahal yang namanya manusia, secara fitri –naluri kemanusiaan- mereka tidak mau dibohongi/didustai. Mungkin sekali dua kali orang yang dibohongi masih mau memaafkan. Tetapi bila kehobongannya terus menerus dilakukan maka suatu saat pasti akan meledak.

Tidakkah melihat bagaimana saat ini kasus perceraian begitu marak? Dan maraknya perceraian itu lebih sering didominasi oleh ketidak jujuran dari pasangan, di antaranya perselingkuhan dan pengkhianatan.

Apa makna dari perselingkuhan dan pengkhianatan itu?

Tiada lain –perselingkuhan dan pengkhianatan- itu karena disebabkan kedustaan yang dilakukan secara berulang-ulang.

Bukankah terputusnya tali persaudaraan dan putusnya hubungan ukhuwwah Islamiyah juga karena terjadinya kedustaan di antara sesama mereka?

Lalu bagaimana dengan suatu kelompok yang mengajarkan anggotanya agar selalu melakukan kedustaan?

Jawab: Sepintas memang kelompok ini terlihat bagus, karena selalu ditutup-tutupi dengan kebohongan. Tetapi pada dasarnya sesama mereka sendiri akhirnya menimbulkan rasa saling curiga. Sebab suatu saat Allah pasti akan memunculkan rasa tidak ada saling percaya di antara mereka.

Penyebabnya ya karena mereka menyadari bahwa pondasi ajaran yang diterimanya adalah ‘perintah’ agar berdusta terhadap orang di luar kelompoknya. Namun ketika dirinya merasa terdesak, suatu pasti dirinya juga akan berdusta kepada teman sekelompoknya.

Tidak percaya? Silahkan buktikan sendiri.

Wallahu a’lamu bish shawaab

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button