Pendahuluan
Ketika tubuh seseorang dirasa sakit maka dia pasti akan pergi ke dokter untuk berobat. Yaitu dengan munculnya gejala yang ‘aneh’ pada tubuhnya. Atau karena sesuatu yang tidak enak dirasakan oleh tubuh lainnya.
Inilah potret manusia yang selalu memperhatikan kesehatan tubuh/fisiknya agar selalu terjaga fit. Sebab dengan tubuh fit maka akan mempermudah manusia itu melakukan aktifitasnya sehari-hari. Berbeda dengan orang yang sakit-sakitan. Aktifitasnya terbatas karena kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan untuk melakukan beberapa aktifitas tertentu.
Nah sama juga terjadi pada mental seseorang. Yakni bila seseorang suka jujur maka secara tidak lansung kondisi ruhani/mentalnya sangat fit. Sehingga dia mau berakitifitas dalam hal ruhani/mental pun sangat mudah dan ringan. Di antaranya masalah tiga hal; apabila berbicara dapat dipercaya, memegang teguh amanah dan selalu menepati janji/perjanjian.

Bila sudah seperti ini tentu akan membuat diri ini semakin PD bukan? Berbeda dengan orang yang suka berdusta, selain manusia membencinya Allahpun tidak akan mau memberinya petunjuk.
وَإِن يَـكُ كَاذِبًـا فَـعَـليْـهِ كَـذِبُـهُ، وَإِن يَـكُ صَادِقًـا يُـصِبْـكُـمْ بَعْـضُ الَّـذِى يَـعِدُ كُـمْ، إِنَّ اللهَ لَا يَـهْدِى مَنْ هُـوَ مُسْرِفٌ كَـذَّابٌ.
“Dan jika dia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika dia seorang yang benar (jujur) niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu”. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta. Qs. Ghaafir 28.
Ayat di atas jelas sekali telah memberikan penjelasan bahwa orang yang berdusta itu kelak akan menanggung dosanya dan tidak akan meneriman hidayah (petunjuk).
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
وَإِيَّـاكُـمْ وَالْكَـذِبَ، فَـإِنَّ الْكَـذِبَ يَـهْدِى إِلَى الْفُـجُوْرِ، وَإِنَّ الْفُـجُـوْرَ يَـهْدِى ِلَى النَّـارِ.
“Hendaklah kalian jauhi dusta, karena dusta pasti akan mengarahkan kepada kedurhakaan, dan sesungguhnya kedurhakaan itu akan mengarahkan kepada neraka”. Shahih Al Bukhari 6094, dan Shahih Muslim 2607.
Tetapi ketika ada seseorang atau sekelompok orang –yang dahulunya sering berbuat maksiat dan sering meresahkan masyarakat- yang hendak bertaubat dari perbuatan buruknya maka hendaknya sesegera mungkin mereka dibimbing ke arah yang ma’ruf. Dan seharusnya bimbingan yang diberikan kepada mereka adalah tentang wajibnya jujur dan haramnya dusta.
Sebab sudah menjadi kebiasaan umum bahwa para pelaku maksiat pasti sering melakukan perbuatan dusta.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
