Setelah mengetahui sebagian dari dampak dan akibat perbuatan dusta, mungkin ada yang bertanya: Sesungguhny saya ingin bertaubat kepada Allah dan meninggalkan perbuatan dusta. Tetapi bagaimana caranya untuk bisa mengekang diri saya dari perbuatan dusta yang sudah menjadi kebiasaan?
Asat dasar pertanyaan-pertanyaan seperti ini, berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan:
1. Hadirkanlah keagungan Allah Ta’ala dan percayalah pada-Nya. Sebab, penyebab utama dari perbuatan dusta adalah adanya rasa cemas dan kekhawatiran terhadap sesuatu yang sengaja dihembuskan oleh setan. Kepercayaan kepada Allah Ta’ala dan bertawakkal kepada-Nya adalah penentu yang dapat menghilangkan ketakutan-ketakutan tersebut.

2. Keyakinan yang kokoh bahwa apa yang telah ditakdirkan, mau tidak mau pasti akan terjadi tanpa ada alasan. Terlebih dalam urusna dunia yang seringkali melahirkan rasa tamak dan antusias untuk mengumpulkan kekayaan melalui perbuatan dusta. Akan tetapi, dengan keyakinan dan kepercayaan yang kokoh mengenai apa yang telah Allah tetapkan untuk setiap diri manusia maka akan timbullah kesadaran. Hal inilah yang akan melahirkan ketenangan dan menghindarkan dari perbuatan dusta.
3. Melatih jiwa. Yang dimaksud di sini adalah membiasakan jiwa untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dituntut sebagai seorang hamba.
Hal ini karena, jiwa manusia itu seperti anak kecil. Yakni apabila jiwa ini dimanjakan, dia akan membuat diri ini lelah. Untuk menghiburnya (membuat dirinya sadar) harus dilakukan secara terus menerus hingga dia benar-benar menjadi karakter dalam diri. Oleh karena itu jangan mudah putus asa atau memberi beban yang terlampau berat pada peringkat awal. Karena hal ini akan memerlukan kesabaran dan latihan untuk meninggalkan dusta.
Bila hal ini secara terus menerus dilakukan maka pasti akan bisa dirasakan oleh diri sendiri; di antaranya dengan cara melakukan perenungan pada tiap tengah malam seusai shalat malam. Apakah selama seharian kemarin pernah melakukan perbuatan dusta? Bila masih melakukan, intensitasnya dengan hari-hari sebelumnya apakah sama? Bila sama, maka harus lebih sering istighfar dan harus ecara terus menerus mencoba untuk berubah.
Tetapi bila sudah sedikit dustanya atau bahkan sudah sangat jarang sekali atau malah tidak pernah sama sekali maka bersyukurlah kepada Allah. Yang pasti bila semuanya diniatkan karena Allah dan penuh ketaqwaan, maka Allah pasti akan membuantu hamba-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَن يَـتَّـقِ اللهَ يَـجْـعَـل لَّـهُ مَـخْـرَجًـا.
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar”. Qs. Ath Thaariq 2.
Yang perlu diingat bahwa merubah dari kebiasaan buruk (dusta) menuju kepada kebiasaan baik itu memang memerlukan energi ruhani yang sangat ekstra. Maka jangan sekali-kali menyerah.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
