5. Hakekat kebenaran menjadi tidak jelas.
Salah satu dari dampak buruk kebohongan adalah wujunya tumpang tindihnya sebuah kebenaran. Hal itu dikarenakan orang yang terbiasa berdusta akan menggambarkan sebuah kebenaran menjadi batil dan yang batil justru (seakan) terlihat benar.
Selain itu mereka juga ‘memperindah’ yang buruk sehingga manusia menyangka hal itu adalah baik dan juga memburukkan/menjelekkan kebenaran. Sehingga manusia menganggap hal itu adalah sesuatu yang buruk.
Begitulah komoditas pendusta dan betapa buruknya dampak bagi sebuah masyarakat. oleh karena itu, hendaklah setiap insan beriman berhati-hati terhadap para pendusta, baik melalui yang didengarnya atau yang dibacanya. Pahamilah firman Allah Ta’ala:
وَقَالَ رَجُـلٌ مُّـؤْمِنٌ مِّنْ آلِ فِـرْعَوْنَ يَـكْـتُـمُ إِيْـمَـانَـهُ أَتَـقْـتُـلُوْنَ رَجُـلًا أَن يَـقُوْلَ رَبِّـيَ اللهُ وَقَـدْ جَـاءَكُـمْ بِالْـبَـيِّـنَـاتِ مِن رَّبِـِكُـمْ، وَإِن يَـكُ كَاذِبًـا فَـعَـلَيْـهِ كَـذِبُـهُ، وَإِن يَـكُ صَادِقًـا يُـصِبْـكُـمْ بَعْـضُ الَّـذِى يَـعِدُكُـمْ، إِنَّ اللهَ لَا يَـهْـدِى مَنْ هُـوَ مُسْـرِفٌ كَـذَّابٌ.
Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir’aun yang menyembunyikan imannya berkata, “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhanku adalah Allah, padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika dia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika dia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu”. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta. Qs. Ghaarif/Al Mukmin 28.

Ternyata sejak zaman Fir’aunpun dia sudah mulai menggunakan metode ini, yakni memutar balik ‘fakta’. Sehingga yang baik seakan buruk dan yang buruk dipandang oleh kebanyak manusia adalah suatu kebaikan.
6. Dampaknya dusta akan berpengaruh pada amal perbuatan.
Bila diri ini mau jujur maka akan mampu merasakan betapa dusta itu memiliki dampak buruk dalam tindakan dan amal seseorang. Sebagai contoh; Abdullah bin Ubay bin Salul. Sejarah telah menulisnya bahwa dia adalah tokohnya munafik.
Karena seringnya dia berdusta, akhirnya seluruh kota Madinah mengetahui bahwa dia memang ahli dalam berdusta. Dan itu adalah lawannya dari Rasulullah; yang nota benenya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam adalah seorang yang palling jujur di dunia.
Sementara itu fitrah manusia; mereka ingin dan cinta pada kejujuran. Sebab secara naluri, setiap orang yang terkena tipu pasti akan merasa marah dan kecewa. Sebaliknya, manusia pastiakan senang dan mencintai pada orang-orang yang jujur. Maka tidak heran bila kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sangat dicintai oleh seluruh manusia, baik muslim maupun kafir, terutama para sahabat beliau. Adapun orang-orang kafir, telah membuktikannya ketika beliau masih di Makkah sebelum diangkat menjadi seorang rasul.
(Kembali kepada Abdullah bin Ubay) karena dirinya ingin dicintai oleh manusia sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sedangkan dirinya sendiri tidak bisa menghilang sifat dustanya, maka mau tidak mau manusiapun enggan berhubungan dengan dirinya. Maka jalan satu-satunya adalah dia membuat suatu kelompok sendiri dan mengajak orang lain untuk mau mengikuti ‘ajarannya’. Lalu menyerang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, baik berupa memfitnah hingga ingin membunuhnya.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
