AKHLAK YANG JUJUR. -3-
Ketiga: selamat dari perkara yang dibenci. Dikisahkan ada seorang yang kabur dan menemui seorang yang shalih lalu berkata, “Sembunyikan aku dari orang yang mengejarku”.
Orang shalih tersebut berkata, “Tidurlah di sini!”. Kemudian dia menutupi sebuah tikar dari rotan.
Ketika orang yang mengejarnya tadi datang dan bertanya mengenai orang yang kabur tersebut, orang shalih tadi berkata kepada mereka, “Ini, ada di bawah tikar rotan”.
Kemudian mereka menyangka bahwa orang shalih tadi sedang bercanda kepada mereka dan meninggalkan begitu saja. Lantas orang yang kabur tersebut selamat berkat kejujuran orang shalih tersebut.

Pertanyaan: Hari ini banyak sekali orang-orang (terutama para tim pemasaran) melakukan suatu aksi-aksi atau membuat suatu perkataan yang seakan perkataannya itu bisa dibenarkan dan dipercaya. Atau orang-orang yang ingin mendulang suara, mereka sering datang ke masyarakat dengan memberi iming-iming janji –dengan syarat bila dirinya terpilih-. Apakah orang-orang seperti ini juga bisa disebut orang jujur?
Perlu diketahui bahwa kejujuran itu mempunyai ciri-ciri yang jelas, antara lain:
Pertama: kejujuran saat berbicara.
Seorang mukmin tidak akan berbicara melainkan dengan jujur dan benar. Apabila dia memberi informasi, dia tidak akan menyampaikan sesuatu di luar realitas. Sebab berdusta itu adalah salah satu dari ciri orang munafik.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Ciri orang munafik itu ada tiga; berdusta saat bicara, mengingkari saat berjanji dan berkhianat apabila dipercaya”. Diriwayatkan Muttafqun ‘Alaihi.
Kedua: jujur saat berinteraksi.
Seorang muslim itu akan jujur bila berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu, dalam keadaan apapun dan bagaimanapun dia tidak akan berbuat curang, berbohong, menipu dan mengelabuhi orang lain.
Ketiga: komitmen yang benar.
Seorang muslim apabila berniat untuk melakukan sesuatu, maka dia tidak akan ragu melaksanakannya. Bahkan dia akan bersungguh-sungguh melakukannya tanpa melihat kepada sesuatupun hingga pekerjaannya tersebut dapat dilaksanakan dengan baik.
Keempat: benar dalam menepati janji.
Jika berjanji kepada orang lain, seorang muslim akan menunaikan janjinya kepada orang lain. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa menyalahi janji adalah ciri orang munafik.
Kelima: apa adanya.
Seorang muslim akan berperilaku sesuai dengan aslinya, dia tidak akan menampakkan sesuatu yang tidak sesuai dengan aslilnya. Sehingga dia tidak berperilaku/berbuat sesuatu untuk tujuan menipu, riya’ dan tidak membebani dirinya dengan hal-hal yang tidak dia miliki.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
الْمُـتُـٍسَـبِّـعُ بِـمَـا لَـمْ يُـعْـطَ كَـلَابِـسِ ثَـوْبِـى زُوْرٍ.
“Seorang yang berpura-pura mendapatkan sesuatu yang lebih banyak dari yang sebenarnya adalah seperti seorang yang mengenakan dua pakaian kebohongan”. Diriwayatkan Muslim.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
