Kedudukan Jujur Bag.9

Allah Ta’ala berfirman:

أَكَـانَ لِـلنَّـاسِ عَـجَـبًـا أَنْ أَوْحَـيْـنَـا إِلَى رَجُـلٍ مِّنْـهُـمْ أَنْ أَنـذِرِ النَّـاسَ وَبَـشِّـرِ الَّذِيْـنَ آمَنـُـوْا أَنَّ لَـهُـمْ قَـدَمَ صِدْقٍ عِـنْدَ رَبِّـهِمْ، قَالَ الْكَـافِـرُوْنَ إِنَّ هَـذَا لَـسَـاحِرٌ مُّـبِـيْـنٌ.

Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka: “Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka”. Orang-orang kafir berkata, “Sesungguhnya orang in (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata”. Qs. Yunus 2. 

Maksud dari qadama sidqin (قَـدَمَ صِدْقٍ/ mempunyai kedudukan yang tinggi) ditafsirkan dengan beberapa arti, antara lain; surga, nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi w asalam dan juga amal shalih. Pada hakekatnya Al Qadam dalam ayat tersebut adalah apa yang telah mereka perbuat dan apa yang akan mereka terima di hari Kiamat nanti. Sebab mereka telah beriman dengan nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam dan telah melakukan perbuatan yang baik sehingga mereka berhak untuk mendapatkan surga sebagai balasan atas perbuatan mereka tersebut.

keududukan tinggi dalam islam

Ulama yang mentafsirkan Al Qadam seperti itu memaksudkannya sebagai balasan mereka yang akan diterimanya. Adapun yang mentafsirkan dengan amalan shalih dan nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam; mereka menyatakan karena manusia telah melakukan amal kebaikan dan merealisasikan keimanan mereka dengan amal-amal itu. Ketiga pengertian itulah yang dinamakan dengan Qadama Shidqin.

Adapun perkataan Maq’ad Ash Shidq berarti surga di sisi Allah Ta’ala. Disebut dengan istilah itu karena keberadaan surga adalah pasti dan nyata. Terlebih surga itu adalah benar-benar ada, wujud dan mendatangkan manfaat lagi sempurna. 

Makanya orang yang tidak mempercayai adanya surga dia tidak akan mendapatkan tempat Maq’ad Ash Shidq. Sebab dia telah mendustakannya.

Di antara tanda kejujuran ialah ketenangan hati. Sedangkan tanda kedustaan ialah adanya keraguan hati. Hal ini sesuai dengan sebuah hadits yang diriwayatkan Tirmidzi secara marfu’ dari Hasan bin Ali radliyallahu ‘anhu bahwa nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

فَـإِنَّ الصِّدْقَ طُـمَـأْنِـيْـنَةٌ وَإِنَّ الْكَـذِبَ رِيْـبَـةٌ.

“Sesungguhnya jujur itu (akan) mendatangkan ketenangan hati, sedangkan dusta (akan) mendatangkan keraguan”. Diriwayatkan Tirmidzi.

Hadits di atas sebenarnya apabila mau dicermati atau dihayati maka akan ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Misal, bila orang yang lugu maka akan terlihat cara dia berbicara. Yakni dia akan polos dalam gaya bicaranya. Sebab dia memang jujur apa adanya tanpa yang ditutupi. Berbeda dengan orang yang melakukan suatu kesalahan, bolos kerja, misalnya. Pasti ketika ditanya, orang tersebut pasti akan membuat seribu alasan tetapi mimik mukanya tidak sesuai dengan yang diomongkan.

Apalagi dalam hal perbuatan yang ma’ruf ataupun yang mungkar. Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pada hadits lain yang disebutkan bahwa pelaku maksiat itu (cirinya) dia pasti akan takut bila kemaksiatannya akan ketahuan orang lain.

Itu maknanya bahwa dia akan berusaha bagaimana caranya agar perbuatan maksiatnya tidak ketahuan; meski dia harus berdusta sekalipun. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button