Buruknya Dusta

Dusta, semua orang pasti akan marah dan kecewa ketika tahu bahwa dirinya didustakan atau didustai.

Oleh karenanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam berpesan:

عَـلَيْـكُـمْ بِالصِّدْقِ فَـإِنَّ الصِّدْقَ يَـهْدِى إِلَى الْبِـرِّ وَإِنَّ الْبِـرَّ يَـهْـدِى إِلَى الْجَـنَّةِ. وَمَا يَـزَالُ الرَّجُـلُ يَصْـدُقُ وَيَـتَـحَرَّى الصِّدْقَ حَـتَّى يُـكْـتَـبَ عِنْـدَ اللهِ صِدِّيْـقًـا. وَإِيَّـاكُـمْ وَالْكَـذِبَ فَـإِنَّ الْكَـذِبَ يَـهْدِى إِلَى الفُـجُوْرِ وَإِنَّ الْفُـجُوْرَ يَـهِدِى إِلَى النَّـارِ وَمَا يَـزَالُ الرَّجُـلُ يَـكْذِبُ وَيَـتَـحَرَّى الْكَـذِبَ حَـتَّى يُـكْـتَبَ عِـنْدَ اللهِ كَـذَّابًـا.

“Hendaklah kalian berbuat jujur, karena kejujuran akan membawa kepada kebaikan. Dan kebaikan dapat mengantarkan ke surga. Tidaklah seorang laki-laki yang berbuat jujur dan bersungguh-sungguh untuk jujur hingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan berhati-hatilah kalian dengan perbuatan dusta, karena dusta itu dapat membawa kepada dosa. Dan dosa itu dapat memasukkan ke neraka. Tidaklah seorang laki-laki yang berbuat dusta dan bersungguh-sungguh untuk berdusta hingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta”. Muttafaqun ‘Alaihi.

Apabila seseorang berpegang dan berakhlak kepada satu perbuatan tertentu, maka dia akan diketahui sebagai orang baik (jujur) atau buruk (dusta). Dan susahnya bila diri ini sudah terbiasa berdusta lalu banyak orang yang sudah menstempel diri ini sebagai seorang pendusta. Wah ini sebenarnya sebuah musibah besar bagi diri ini.

Sebenarnya hadits di atas telah memberi gambaran bahwa jujur dan dusta bukanlah suatu takdir melainkan muncul dari diri ini. Apakah diri ini mau berbuat jujur ataukah dusta?

Bukankah hadits di atas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah menyebutkan bahwa Allah akan menulis perbuatan seseorang (entah sebagai seorang yang jujur ataupun pendusta) setelah orang tersebut melakukannya (jujur atau dusta). Maka sebenarnya masih ada langkah untuk berubah. Yakni memulai saat itu juga untuk menjadi orang yang jujur.

Sebab apabila sudah dicap sebagai pendusta, pasti akan merepotkan diri sendiri bukan?

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

الْبَـيْـعَانِ بِالْخِـيَـارِ مَا لَمْ يَـتَـفَـرَّقَـا فَـإِنْ صَدَقَـاوَبَـيَـنَـا بُـوْرِكَ لًـهُـمَا فِى بَـيْـعِـهِمَا وَإِنْ كَانَ كَـذَبَـا وَكَـتَـمَا مُـحِقَ بَـرَكَـةُ بَـيْـعِـهِـمَا.

“Penjual dan pembeli punya hak untuk meneruskan transaksi selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya berlaku jujur dan jelas, maka bagi mereka adalah keberkahan dalam perniagaan mereka. Tetapi jika keduanya berbohong dan menyembunyikan aib pada barang, maka hilanglah keberkahan jual beli tersebut”. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

Bisa dibayangkan bukan, betapa dalam muamalah jual beli saja diperlukan kejujuran dan larangan berbuat dusta. Sebab keberkahan nilai jual belinya akan terwujud jika muncul kejujuran di antara keduanya. Sebaliknya keberkahan itu akan menguap jika salah satu atau kedua belah pihak ternyata melakukan kedustaan saat terjadi transaksi dalam jual beli.

Subhaanallah. Ternyata begitu jelinya Islam dalam memandang kejujuran dan dusta.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button