Agar husnul khatimah. –lanjutan 2-
b. Ikut melihat ketika mayat dimasukkan dalam kuburan.
Hal ini dianggap sebagai nasehat terbaik bagi hati. Betapa tidak?
Ya, diri ini harus mencoba untuk membayangkan; si mayat yang dulunya tidak sendirian –apalagi bagi orang-orang yang terkenal- sekarang dia harus dimasukkan ke dalam liang lahat yang sangat sempit.
Bayangkan saja; ketika si mayit hendak dimasukkan ke dalam liang lahat, hanya ada tiga orang saja yang masuk ke dalam liang lahat guna memasukan sekujur tubuh jenazah yang dibujurkan dengan kepala berada di sebelah utara dan kaki di selatan. Kemudian tali pocongnya dilepas lalu tubuhnya dimiringkan dan dihadapkan ke arah kiblat.

Nah, agar tidak tubuhnya yang dimiringkan itu kedorong ke belakang sehingga si mayit seakan tidur telentang, maka di belakang jenazah diberi bulatan yang terbuat dari tanah tersebut kemudian diganjalkan di belakangnya, di kaki dan bahkan ada yang dibikin serupa dengan bantal. Kemudian diletakkan di kepalanya. Setelah itu baru wajahnya dibuka.
Dari situ bisa dibayangkan bukan? Seorang maunsia yang memiliki sifat sosial yang tinggi, yang biasanya banyak teman, kolega, kerabat dan handai taulan. Sejak dirinya dimasukkan ke dalam liang lahat maka dia harus sendirian untuk selamanya hingga hari Kiamat kelak.
Istri yang cantik dan setia/atau suami yang tampan dan pembimbing serta teman di kala resah; namun ketika dirinya sudah tidak bernyawa lagi maka pasangan (baik suami ataupun istri) sudah tidak lagi sudi bersama. Dia hanya menangis sebatas ketika jenazah ini dimasukkan ke dalam keranda lalu diangkat untuk dibawa ke tempat perinstirahatan terakhir.
Baik suami/istri serta anak-anak dan keluarga besar hanya beberapa saja berkabung, setelahnya mereka move on (bila ingin menatap masa depan yang baik).
Nah setelah move on, bisa jadi istri/suami akan menikah lagi. Sedangkan anak-anak juga sudah mulai melupakan orang tuanya yang meninggal, kecuali bila anak-anaknya shalih dan shalihah. Mereka tetap akan selalu mendoakannya.
Sementara harta yang ditinggalkan; yang dulunya dia cari dengan berbagai cara dan dengan tanpa mengenal lelah. Maka saat itu akan berpindah tangan; entah menjadi warisan anak-anaknya atau justru dijual karena ada perkara lainnya yang sangat dibutuhkan oleh suami/istri dan anak-anaknya.
Jabatan yang dahulu dikejar dan diidamkan, maka segera diambil alih oleh orang lain. Dan lambat laun dirinya akan dilupakan.
Oleh karenanya; setidaknya mengunjungi kubur itu akan mampu meluruhkan hati yang keras serta akan mengingatkan akan kematian. Yang dengan mengingat itu (kematian) maka diri ini lebih mendekatkan diri kepada Allah dan lebih takut untuk melakukan kemaksiatan. Sebab bila jasad sudah dimasukkan ke dalam liang lahat maka tidak ada satupun kolega yang mampu membela diri ini kecuali amal shalih dari diri sendiri.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
فَـزُوْرُوا الْقُـبُوْرَ فَـإِنَّـهَا تُـذَكَّـرُ الْمَوْتَ.
“Berziarahlah ke kuburan sebab dia akan mengingatkan kematian”. Diriwayatkan Muslim no. 976.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
