Agar husnul khatimah.
Berikut ini adalah tips atau kiat-kiat untuk mencapai husnul khatimah di akhir hayat kelak.
a. Selalu mengingat kematian.
Sungguh mengingat kematian akan mengarahkan pada kehidupan yang lebih khusyuk, untuk meraih kehidupan yang abadi (surga). Konsekwensinya hal ini akan mengarahkan seseorang untuk teguh dalam melakukan amal shalih dan menjauhi larangan-larangan agama.
Abu Hurairah radlilyallahu ‘anhu menceritakan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
أَكْـثِـرُوْا ذِكْـرَ هَادِمُ اللَّـذَّاتِ: يَـعْـنِي الْمَوْتَ.
“Sering-seringlah mengingat sang penghancur kenikmatan (yakni kematian)”. Diriwayatkan Tirmidzi no. 2049, dia berkata, “Hadits ini memiliki jalur periwayatan yang baik”. Hadits ini juga diceritakan oleh Ibnu Majah no. 4258.

Ibnu Umar radliyallahu ‘anhuma mengatakan bahwa ada seorang Anshar bertanya, “Wahai Rasulullah. Siapakah orang yang paling baik dan paling shalih amalannya?”.
Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab, “Orang yang paling baiknya amalnya adalah seseorang yang sering mengingat kematian dan bersiap-siap menghadapinya. Sesungguhnya merekalah orang yang paling baik. Mereka memperoleh kemuliaan di dunia ini dan kemenangan di akhirat”. Diriwayatkan Ibnu Majah no. 4259 dengan periwayatan yang lemah. Ibnu Abu Dunya juga menceritakan dengan periwayatan yang baik. Al Iraqi menceritakannya di bukunya Takhrij Ahaadiits Al Ihyaa’ (4/451).
Cobalah merenung; Fir’aun yang semasa hidupnya begitu pongah dan suka menindas rakyatnya ternyata saat matinyapun dia tidak sanggup memasukkan dirinya ke dalam kuburnya sendiri. Selain itu saat air laut itu hendak menerjang diri dan pasukannya sebenarnya dia melihat secara nyata. Makanya dia sadar bahwa dirinya dalam kondisi bahaya dan ajalnya telah dekat; dia langsung mengucapkan, “Aamantu bi rabbi Musa/Aku beriman kepada Tuhannya Musa”.
Tetapi sayang, ketika nyawa telah sampai di tenggorokan sesal itu tiada guna. Maksudnya ucapan terakhirnya Fir’aun yang mengucapkan, “Aamantu bi Rabbi Musa/Aku beriman kepada Tuhannya Musa”, adalah sia-sia belaka.
Mustafa Kamal, si peroboh dan perusak Islam. Dialah yang merubah adzan dari bahasa Arab ke bahasa Turki. Sehingga Turki yang dulunya berada dalam pelukan Islam menjadi sekuler. Kemudian di akhir hayatnya sangat mengenaskan sekali. Betapa tidak?
Tubuhnya diserang penyakit gatal yang luar biasa. Selain itu dari tubuhnya mengeluarkan aroma busuk yang luar biasa. Hingga dia diasingkan di sebuah pulau. Dan hal itu terus berlangsung hingga kematiannya menjemput.
Ada juga raja lalim yang di akhir hayatnya; telinganya kemasukan hewan kecil. Yang membuat dirinya merasa terganggu dengan ‘pergerakan’ hewan yang berada di telinganya tersebut. Dan saking geli plus gatalnya akhiranya dia pun meminta pengawalnya agar memukul kepalanya agar hewan yang berada di telinganya berhenti bergerak.
Dan hewan itu ternyata masih saja bertahan hingga sang raja kepalanya dipukul sangat sampai kepalanya pecah. Na’udzubillah.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
