Perjalanan Menjemput Ajal Bag.73

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.73

Ajal itu pasti, Husnul Khatmah itu pilihan. -4-

Dalam ayat-Nya Allah Ta’ala menggambarkan hamba-Nya yang beriman sebagai seorang yang dalam hatinya berkumpul rasa; tskut kepada adzab Allah Ta’ala, dan keikhlasan dalam beribadah.

إِنَّ الَّذِيْـنَ هُـم مِّنْ خَشْـيَةِ رَبِّـهِـمْ مُّشْـفِـقُوْنِ. وَالَّذِيْـنَ هُـمْ بِـأَيَـاتِ رَبِّـهِـمْ يُـؤْمِنُوْنَ. وَالَّذِيْـنَ هُـمْ بِـرَبِّـهِـمْ لَا يُـشْرِكُوْنَ. وَالَّذِيْـنَ يُـؤْتُـوْنَ مَا آتَـوْا وّقُـلُوْبُـهُـمْ وَجَـلَـةٌ أَنَّـهُـمْ إِلَـيْ رَبِّـهِمْ رَجِعُـوْنَ. أُوْلَـئِـكَ يُـسَارِعُوْنَ فِى الْخَيْـرَاتِ وَهُـمْ لَـهَـا سَابِـقُـوْنَ.

Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (adzab) Tuhan mereka. Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka. Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun). Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka. Mereka itu bersegera untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya. Qs. Al Mukminun 57-61.

Sebagai instrospeksi diri: apakah kelima ciri-ciri ayat di atas sudah mengena pada diri kita? Bila sudah maka bersyukurlah kepada Allah Ta’ala. Tetapi bila tidak maka bersegeralah meminta ampunan Allah Ta’ala, lalu memohon dikuatkan untuk ‘mengejar’ ketertinggalan dari kelima ciri-ciri ayat di atas. 

iman dalam islam

Bila, maka hanya penyesalan sepanjang masa yang bisa diperbuat kelak di akhirat. Padahal penyesalan di akhirat tiada guna. 

Bukankah Allah Ta’ala telah memberikan gambaran penyesalannya para penghuni neraka?

إِنَّـآ أَنْـذَرْنَـاكُـمْ عَـذَابًـا قَرِيْـبًـا يَوْمَ يَـنْظُرُ الْمَرْءُ مَـاقَـدَّمَتْ يَـدَاهُ وَيَـقُـوْلُ الْكَافِـرُ يَـالَيْـتَـنِى كُـنْـتُ تُـرَابًـا.

Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, “Duhai, alangkah baiknya sekiranya aku dahlu adalah tanah”. Qs. An Nabaa’ 40.

Sungguh para sahabat telah memahami peringatan Allah ini sehingga mereka sangat berhati-hati dalam amalnya. Sehingga sahabat sekelas Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhu saja sempat berucap, “Saya ingin menjadi sehelai rambut orang yang beriman”. 

Selain itu Abu Bakar juga sering memegangi lidahnya sambil berkata, “Ini adalah benda yang menggiringku ke jalan kehancuran”. 

Sedangkan Ali bin Abu Thalilb radliyallahu ‘anhu sangat takut akan dua hal; panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu. Kata beliau, “Panjang angan-angan membuatmu lupa segala hal tentang akhirat, dan mengikuti hawa nafsu menghalangimu dari jalan kebenaran”. 

Pada kesempatan lain Ali juga berkata, “Sesungguhnya dunia ini telah hilang dan akhirat akan datang dengan cepat. Dan masing-masing mempunyai generasi. Maka jadilah generasi akhirat, dan janganlah menjadi generasi dunia. (Sebab) di dunia ini hanya ada amal dan tidak ada perhitungan. Tetapi besok (di akhirat), hanya akan ada perhitungan dan tidak ada amal (yang bisa dilakukan)”.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button