Perjalanan Menjemput Ajal Bag.61
Manfaat mengingat kematian.
Mengingat kematian sesungguhnya banyak mengadung hikmah dan manfaat yang besar, di antaranya:
1. Mengingatkan pada diri yang mengingatnya untuk senantiasa mempersiapkan diri dalam menghadapi kematian, sebelum dia benar-benar datang. Sebab dalam keadaan apapun juga jika sudah waktunya tiba maka kematian itu tetap akan tiba.
2. Mengurangi angan-angan pada diri orang yang mengingat kematian itu untuk (merasa) lebih lama hidup di dunia. Sebab panjang angan-angan merupakan faktor terbesar yang membuat diri seseorang lalai terhadap akhirat.
3. Membuat diri orang yang mengingat mati itu menjadi zuhud terhadap dunia, qana’ah terhadap apa yang telah Allah Ta’ala berikan.
Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah melewati sebuah kerumunan orang-orang yang sedang tertawa. Kemudian beliau shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
أَكْـثِرُوْا ذِكْـرَ هَـادِمِ اللَّـذَّاتِ.
“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan”.
Anas berkata, “Kalau tidak salah beliau bersabda lagi:
فَـإِنَّـهُ مَا ذَكَـرَهُ أَحَدٌ فِى ضِيْقٍ مِنَ الْعَيْشِ إِلَّا وَسَّـعَهُ، وَلَا فِى سَعَةٍ إِلَّا ضَيَّـقَـهُ عَـلَيْهِ.
“Karena tidaklah seseorang mengingat kematian ketika ia dalam keadaan sempit melainkan akan membuat dirinya menjadi lapang, dan tidaklah ia mengingatnya ketika lapang, melainkan akan membuat dirinya menjadi sempit”. Diriwayatkan Al Bazzaar dan di-hasankan oleh Al Mundzir.

4. Membuat diri orang yang mengingat mati itu menjadi semakin cinta terhadap akhirat serta mendorong untuk senantiasa taat kepada Allah dan rasul-Nya.
5. Menjadikan diri orang yang mengingat kematian merasa ringan dalam menghadapi cobaan-cobaan dunia.
6. Mencegah diri orang yang mengingat kematian dari berbuat kejahatan, meremehkan kebaikan dan bersenang-senang terhadap kenikmatan dunia.
7. Mendorong orang yang mengingat kematian untuk segera bertaubat kepada Allah Ta’ala dan memperbaiki diri dari segala kesalahan dan perbuatan dosa.
8. Membuat hati orang yang mengingat kematian menjadi lembut dan membuat mata akan menangis, membangkitkan ghirah terhadap ajaran-ajaran agama dan melemahkan bisikan-bisikan hawa nafsu.
9. Jiwa menajdi tawadhu’, tidak sombong dan tidak berlaku dzalim.
10. Mencegah munculnya sifat dengki terhadap saudara-saudaranya sesama muslim. Sehingga akan senantiasa memaafkan kesalahan-kesalahan mereka dan menerima kelemahan-kelemahan mereka.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah ditanya seorang laki-laki dari Anshar, katanya, “Wahai nabi Allah, siapakah secerdik-cerdik dan seteguh-teguh manusia itu?”.
Beliau bersabda, “Mereka yang banyak mengingat kematian, dan mereka yang banyak mempersiapkan bekal untuknya. Itulah manusai yang paling cerdik. Mereka pergi dengan membawa kemuliaan akhirat”. Diriwayatkan Thabari dan dihasankan imam Mundzir.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
