Perjalanan Menjemput Ajal Bag.60

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.60

Pemutus segala kelezatan.

Sering sekali hari ini orang-orang bercerita tentang cinta kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, mengingatkan akhirat dan kehidupan setelah mati. Tetapi sangat jarang sekali orang mengingatkan tentang anjuran Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tentang sakaratul maut. Atau yang sering Rasulullah sebutkan sebagai sang pemutus kelezatan. 

Sehingga sering ditemui, orang-orang yang sering diingatkan tentang kematian itu ya juga sering pesta. 

Maka tatkala saat pesta atau pada saat-saat tertu ditemu seseorang yang mengalami sakaratul maut, mereka justru kacau dan ujung-ujungnya –ketika mengingat kejadian tersebubt- menjadi semacam trauma.

Oleh karena itu seharusnya selalin selalu mengingatkan tentang akhirat dan kehidupan setelah kematian; yang juga tidak kalah pentingnya adalah mengingatkan tentang sang pemutus segala keminmatan dan kelezatan; yakni sakaratul maut!

taubat sebelum datang sakaratul maut

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

أَكْـثِرُوْا ذِكْـرَ هَـادِمِ اللَّـذَّاتِ.

Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan. Diriwayatkan Tirmidzi dan dia berkata: hadits hasan.

Imam Qurthubi rahimahullah dalam mengomentari hadits ini, beliau berkata, “Ulama kami berkata, “Sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam (“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan”) adalah kalimat yang singkat tapi padat. Di dalamnya terkumpul peringatan yang mengandung nasehat sangat mendalam. Karena barangsiapa mengingat kematian dengan sebenar-benarnya, berkuranglah nikmat dunia ini pada dirinya. Dia pun tidak akan berangan-angan banyak terhadap kenikmatan dunia, sehingga akan zuhud terhadapnya.

Namun sayang, jiwa yang sakit dan hati yang lali membutuhkan wejangan yang panjang dan kalimat-kalimat yang indah. Jika tidak, maka sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam (“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan”) dan firman Allah Ta’ala (Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. qs. Ali Imran 185) telah cukup bagi mereka yang telah mendengarnya dan bagi orang-orang yang berakal untuk mempersiapkan bekal untuknya”. 

Ya benar. Apalagi bila saat itu bisa melihat saat-saat ruh itu keluar dari dari jasad. Subhaanallah! Sungguh pelajaran yang sangat berharga. Maka ketahuilah jika di sana ada seseorang yang melihat saat ruh sedang keluar dari jasad maka ketahuilah bahwa itu adalah ‘guru tanpa suara dan bicara’ paling efektif. Terutama bagi para orang-orang yang beriman!

Sebab saat ruh itu secara pelan-pelan ditarik dari jasad, maka akan terlihat mulai dari pandangan mata si calon mayit hingga suhu badan si calon mayit yang secara pelan-pelan juga berubah. Yakni mulai dari yang awalnya hangat kemudian secara pelan-pelan menjadi dingin, dingin dan dingin.

Sementara itu, bila sebelum mata si calon mayit ‘melihat’ ruhnay sedang dicabut maka si calon mayit masih bisa diajak berbicara atau bahwa dia sendiri yang terkadang memberi wasiat. Tetapi bila matanya sudah ‘melihat’ ruhnya ‘dipegang’ oleh malaikat maut maka saat itu dia sudah konsentrasi dan merasakan sakitnya saat ruhnya dipisah dari jasad.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button