Perjalanan Menjemput Ajal Bag.55

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.55

Kematian, seberat-berat ujian. – lanjutan 2 -.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, saat ruhnya dicabut dari jasadnya; begitu merasakan kesakitan. Hingga malaikat Jibril saja membuang wajahnya, tidak tega melihat wajah Rasulullah –sang kekasih Allah Ta’ala- yang terlihat begitu ‘mengenaskan’ dan kesakitan. Lalu bagaimana dengan manusia biasa yang seperti kita kita ini?

Berikut ini Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menjelaskan tentang kematian dan ruh saat dicabut:

Dari Barra’ bin Azib radliyallahu ‘anhu, beliau menceritakan: “Kami pernah mengiringi jenazah Anshar bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Sesampainya di kuburan, dan menunggu liang lahatnya dibenahi, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam duduk menghadap kiblat. Kami pun duduk di sekitar beliayu dengan khusyu’, seolah di kepala kami ada burung.

perjalanan menjemput ajal

Di tangan beliau shalallahu ‘alaihi wa salam ada ranting, (lalu) beliau tusukkan ke tanah kemudian beliau menengadahkan ke langit lalu beliau menunduk. Beliau ulangi tiga kali, kemudian beliau bersabda:

إِسْـتَعِيْـذُوْا بِاللهِ مِ،ْ عَـذَابِالْقَـبْرِ.

“Mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur”. 

Beliau ulangi dua atau tiga kali. Kemudian beliau berdoa:

اللهُـمَّ إِنِّـى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَـذَابِ الْقَـبْرِ.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur”. (tiga kali).

Tidak lama kemudian beliau menceritakan proses perjalanan ruh orang-orang mukmin dan orang-orang kafir.

Sesungguhnya hamba yang beriman ketika hendak meninggalkan dunia dan menuju akhirat, turunlah malaikat dari langit; wajahnya putih, wajahnya seperti matahari. Mereka membawa kain kafan dari surga dan hanuth (minyak wangi) dari surga. Merekapun duduk di sekitar mayit sejauh mata memandang. 

Kemudian datanglah malaikat maut ‘alaihi salam. Dia duduk di samping kepalanya, lalu mengatakan; “Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan Allah dan ridla-Nya”. 

Maka keluarlah ruh itu dari jasad sebagaimana tetesan air keluar dari ceret dan langsung dipegang malaikat maut. 

Para malaikat yang lain tidak meninggalkan walaupun sekejap, dan mereka langsung mengambilnya dari malaikat maut. 

Mereka memberinya kafan dan hanuth. Keluarlah ruh itu dengan sangat wangi seperti bau parfum paling harum yang (tidak) pernah ada di bumi. Para malaikat inipun naik membawa ruh itu. 

Setiapkali ketemu dengan malaikat yang lain, mereka akan bertanya, “Ruh siapakah yang baik ini?”. Lalu malaikat yang membawa ruh itu menjawab, “Ruhnya Fulan bin Fulan”. Dan begitu terus hingga sampai di langit dunia. Mereka (para malaikat yang membawa ruh itu) meminta agar pintu langit dibuka. Lalu pintu langit dibuka.

Mereka naik (lagi) menuju langit berikutnya dan diikuti para malaikat langit dunia. Hingga sampai di langit ketujuh. Kemudian Allah berfirman, “Tulis catatan amal hamba-Ku di ILLIYIN”.

Insya Allah bersambung,,,,

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button