Perjalanan Menjemput Ajal Bag.54

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.54

Kematian, seberat-berat ujian.

Bagi orang-orang yang pendek pikirannya, putus asa dan pesimistis; mereka biasanya terus mengambil jalan pintas: bunuh diri! Na’udzubillah.

Padahal apabila mengetahui tentang kematian secara sesungguh-sungguhnya pasti dia tidak akan pernah mau melakukan bunuh diri. Jangankan melakukan bunuh diri; terlintas saja tidak. Sebab proses berpisahnya ruh/nyawa dari tubuh/jasad itu sungguh sangat sakit sekali. 

Dalam sebuah hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menggambarkannya seperti tubuh yang ditusuk-tusuk pedang sebanyak tujuh puluh kali. Bila membayangkan saja; sungguh betapa sakitnya bukan?

Sementara pada hadits lain disebutkan bahwa ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam hendak dicabut nyawanya oleh malaikat maut, beliau meminta bejana yang berisi air penuh lalu tangan beliau dimasukkan ke dalam bejana tersebut. 

kematian

Dan, saat nyawanya dicabut tangan beliau bergerak sangat kencang sehingga airnya banyak yang tumpah dan menyisakan sedikit.

Selain itu beliau sendiri juga sempat merasakan sakitnya saat nyawanya dicabut sambil berucap rasa sakit sembari beliau juga bergumam agar hanya beliau saja yang merasakan sakitnya saat nyawa dicabut. Maksudnya rasa sakit itu jangan sampai dirasakan oleh umat beliau melainkan beliau siap untuk menggantikannya. Subhaanallah! Begitu mulianya beliau!

Berikut ini sebagian kecil cuplikan pada detik-detik terakhir pada kehidupan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam:

Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu berkata, “Ketika ajal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengumpulkan kami di rumah ‘Aisyah radliyallahu ‘anha, kemudian Rasulullah memandang kami sambil berlinangan air matanya, lalu bersabda, “Marhaban bikum, semoga Allah menyayangi, menolong dan memberikan petunjuk kepada kalian.

Aku berwasiat kepada kalian, agar bertaqwa kepada Allah. Sesungguhnya aku adalah sebagai pemberi peringatan untuk kalian. Janganlah kalian berlaku sombong terhadap Allah”. Allah berfirman: “Kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan dirinya dan membuat kerusakan di muka bumi. Dan kesudahan surga itu bagi orang-orang yang bertaqwa”.

Kemudian setelah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam memberi wasiat kepada para sahabat yang hadir saat itu lalu datanglah malaikat Jibril.

Lalu Rasulullash menanyakan tentang sesuatu yang kelak setelah Rasulullah tinggalkan umatnya dan dijawab malaikat Jibril yang membuat hati Rasulullah tenang.

Tidak lama kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mempersilahkan mencabut nyawa beliau. Dan ketika ruh beliau sampai di pusat perut, Rasulullah bersabda, “Wahai Jibril, alangkah pedihnya maut”.

Mendengar ucapan Rasulullah, Jibril langsung memalingkan wajahnya. Lalu Rasulullah bertanya kepada Jibril, “Wahai Jibril, apakah engkau tidak suka memandang wajahku?”.

Jibril menjawab, “Wahai kekasih Allah! Siapakah yang sanggup melihat muka Rasulullah, sedangkan Rasulullah sedang merasakan sakitnya sakaratul maut?”.

Akhirnya ruh Rasulullah salallahu ‘alaihi wa salam meninggalkan jasad beliau. Maka wafatlah manusia paling mulia di muka bumi ini pad usia 63 tahun.

Nah karena maut itu begitu menyakitkan maka bertaubatlah agar –setidaknya- bisa mengurangi sakitnya saat ruh dicabut radi jasad.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button