Perjalanan Menjemput Ajal Bag.47
Dunia akan sirna. –Lanjutan-
Pada dasarnya dunia itu selalu membuat manusia terbagi menjadi dua; yang satu dunia –seakan- memihak pada dirinya sedangkan yang satunya lagi seakan dunia menghindarinya.
Yang memihak kepda dirinya; seakan ke manapun dirinya pergi selalu diiringi oleh banyak manusia. Setiap usaha yang dia upayakan selalu saja menuai keuntungan. Tetapi ingatlah bahwa apakah dengan keberpihakan dunia itu mampu membuat orang tersebut bisa menunaikan shalatnya secara khusyu’ dan tepat waktu? Apakah dirinya juga bisa berlama-lama dalam bermunajat kepada Allah?
Adapun bagi orang yang dijauhi oleh dunia. Sehingga hidupnya pas-pasan, banyak orang –termasuk saudara dan kawan karib- mencemooh karena hidupnya yang pas-pasan dan –boleh dibilang- tidak ada perkembangan yang signifikan dalam rumahnya yang terlihat.

Tetapi ingatlah bahwa siapa tahu justru orang yang seperti ini sebenarnya hatinya nyaman. Sebab ibadahnya tidak ada yang mengganggu dan tidak pernah merasa dikejar-kejar oleh waktu. Hal itu membuat dirinya bbisa semakin mendekatkan dirinya kepada Allah Ta’ala semakin intens.
Madha bin Isa berkata, “Orang yang mengharapkan sesuatu niscaya akan mencarinya, dan yang takut terhadap sesuatu akan terjauhkan darinya. Orang yang menyenangkan sesuatu akan mencurahkan perhatian yang lebih daripada yang lain”.
Ada pesana yang bagus yang disampaikan Ubay bin Ka’ab radliyallahu ’anhu, di antaranya, kata beliau, “Janganlah anda merindukan hidup kecuali karena hal-hal yang anda rindukan sebagai orang yang bakal mati”.
Pertanyaannya adalah; apa yang dirindukan orang mati itu?
Jelas, yang dirindukan orang mati adalah amal shalih, dzikir dan ibadah yang berkelanjutan.
Maka bila dalam hidupnya tidak memiliki amal shallih, (tidak pernah) dzikir dan ibadah yang berkelanjutan; sungguh sia-sialah hidupnya. Ya, oleh ulama disebut WUJUDUHU KA ADAMIHI (keberadaannya seperti tidak ada keberadaannya). Sungguh mengenaskan!
Maka benarlah ketika sahabat Mu’adz bin Jabbal radliyallahu ‘anhu menasehati seseorang yang mendatanginya. Kata beliau, “Lakukanlah puasa kemudian berbuka. Tegakkanlah shalat di malam hari kemudian tidurlah. Carilah makanan secara halal, hati-hatilah terhadap kutukan dalam kubur dan meninggallah dalam keadaan muslim”.
Sebenarnya sangat sederhana pesan dan nasehatnya tetapi akan menjadi sulit apabila tubuh ini sering-sering dikasih nutrisi yang haram. Makanya beliau berpesan agar selalu makanan yang halal. Tujuannya ya agar mudah dan ringan ketika diajak untuk melakukan hal-hal yang ma’ruf (kebaikan).
Untuk itu alangkah baiknya perkataan sahabat Rasulullahshalallahu ‘alaihi wa salam yang satu ini, Salman Al Farisi, kata beliau, “Tiga hal yang mengherankanku sampai aku tertawa dan tiga hal yang membuatku menderita hingga aku menangis. Tiga hal yang pertama adalah (1) seorang manusia yang mencari kenikmatan dunia, padahal kematian mengincarnya; (2) seorang manusia yang tidak peduli dengan perintah-perintah Allah Ta’ala, padahal Allah Ta’ala tidak pernah lengah; dan (3) seorang manusia yang tertawa keras, padahal dia tidak tahu apakah Allah Ta’ala meridlai ataukah tidak. Dan tiga hal yang kedua; (1) berpisah dari nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam, (2) berpisah dengan orang-orang yang aku sayangi, dan (3) dihakimi oleh Allah Ta’ala di hari Kebangkitan –padahal aku tidak tahu, apakah aku akan diperintah masuk surga ataukah neraka”.
Dari pesannya Salman Al Farisi ini apakah masih bisa merasa aman untuk akhiratnya?
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
