Perjalanan Menjemput Ajal Bag.41

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.41

Dari satu alam ke alam yang lain.

Sungguh perkataan dan kejadian orang-orang dahulu sebenarnya suatu pelajaran yang sangat berharga dan sangat perlu untuk diambil sikap; positif. 

Al Hafs Al Ja’fy berkata, “Daud Ath Thaari mewarisi empat ratus dirham dari ibunya. Dengan uang itu dia tidak (perlu) bekerja dan dapat makan selama tiga puluh tahun. Ketika habis, dia mulai menurunkan atap rumah-rumahnya untuk dijual”. 

Umar bin Ayyub mengatakan bahwa Abusy Sya’na (Jabir bin Yazid) memanggil, Wahai Umar, harta dunia yang kumiliki hanyalah seekor keledai”.

Memang, maksud dari Sya’na adalah; kelak tidak mengalami kesusahan saat penghitungan (hisap), dan perjalanannya pun terasa ringan. 

Dari dua perkataan di atas setidaknya ada dua pelajaran; 

alam ke alam lain

Pertama: Orang tua yang tidak memahami tentang kehidupan akhirat. Sehingga dia memahami bahwa kehidupan ini ya hanya berakhir di dunia ini saja. Makanya kemudian orang tua seperti ini kemudian mewariskan segala harta bendanya demi anak-anaknya tercinta.

Sementara anak-anaknya sendiri -karena tidak terdidik atau tidak diberitahu tentang tahapan kehidupan- maka anak-anaknya pun akhirnya memahami dunia ini juga sama dengan orang tuanya. Yakni, hanya sekedar makan dan minum saja. Sehingga mereka sama sekali tidak mempersiapkan kehidupan setelah kematian nanti.

Kedua: orang tua yang memahami akan kehidupan setelah kematian.

Orang tua seperti inilah yang akhirnya ketika dirinya sudah mencapai udzur lalu dirinya menyampaikan tentang kondisi yang akan diwariskan, maka sang anakpun sama sekali protes. Sebab anak-anaknya sudah menyadari bahwa akan ada kehidupan setelah kehidupan di dunia ini.

Dan bahkan orang tua seperti ini berikut dengan ank-anaknya telah menyadari bahwa Allah telah menciptakan dua alam; alam dunia dan alam akhirat. 

Alam dunia; adalah alam yang saat ini sedang dipijak dan hidup. Sedang alam akhirat; alam yang di situ sebagai tempat pembalasan dan (pemberian) pahala. 

Jadi, bisa dibilang bahwa kehidupan di dunia adalah tempat toleransi masalah dan persiapan hingga tiba Yaumul Akhir. Adapun kehidupan itu sendiri adalah ladang yang akan dipanen di akhirat kelak.

Yahya bin Mu’adz mengatakan, “Wahai anak-anak Adam! Anda mencari dunia seperti orang yang tidak punya lagi jalan lain, dan anda mencari akhirat seperti orang yang tidak lagi butuh dunia. Dunia sendiri sudah cukup anda cari, sedang akhirat yang anda cari akan anda dapatkan. Maka pikirkanlah urusan anda sendiri”.

Oleh karena itu semuanya kembali kepada diri sendiri; 

– Apakah mau terus menerus mencari dan mengejar dunia tanpa mengenal waktu?

– Ataukah hanya mengejar akhirat saja tanpa mengenal dunia?

– Atau justru mengejar kedua-duanya? Sebab akhir-akhir ini banyak sekali manusia yang inginnya semua diraih. 

Untuk itu Yahya bin Mu’adz menjelaskan bagaimana mencari dunia sekaligus meninggalkannya. Beliau berkata, “Meninggalkan dunia itu susah dan meninggalkan surga itu jauh lebih susah. Tetapi jaminan untuk surga adalah meninggalkan dunia”.

وَابْـتَغِ فِيْـمَا آتَـاكَ اللهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَـنَْسَ نَصِيْـبَكَ مِنَ الدُّنْـيَـا، وَأَحْسْنْ كَـمَـا أَحْسَنَ اللهُ إِلَيْـكَ، وَلَا تَـبْغِ الْفَسَـادَ فِى الْأَرْضِ، إِنَّ اللهَ لَا يُـحِبُّ الْمُفْـسِدِيْـنَ.

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagiamu (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Qs. Al Qashshsash 77.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button