Perjalanan Menjemput Ajal Bag.39

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.39

Lima macam kesedihan.

Menangis dan tertawa sebenarnya selalu mengiringi setiap hidup manusia, baik dia miskin ataupun kaya. (Biasanya) Sedih karena kehilangan keduniaannya atau kesempatan untuk meraih keduniaannya terlewatkan begitu saja padahal sebenarnya dirinya sanggup melaluinya. Dan senang/bahagia karena dirinya telah meraih keduniaannya.

Padahal seharus tidak seperti itu –walaupun boleh-boleh saja-. Tetapi bila mau merubah dari sekarang maka keberuntungan akan mendatangi. Yakni lima kesedihan; 

Pertama: sedih karena dosa-dosa yang telah dilakukannya. Alasannya, dirinya telah berbuat dosa namun belum jelas turunnya ampunan untuk dirinya. Maka diri ini layak untuk bersedih dan kalut.

Kedua: sudah berbuat kebajikan tapi belum jelas diterima atau tidaknya.

5 macam kesedihan

Ketiga: Menyadari bagaimana kehidupannya yang telah lewat, namun tidak tahu bagaimana sisa hidupnya.

Keempat: Dirinya sadar bahwa Allah Ta’ala mempunyai dua alam sedangkan dirinya tidak tahu alam mana yang dirinya tuju.

Kelima: Dirinya tidak tahu apakah Allah Ta’ala meridlai atau justru murka terhadap dirinya.

Nah bila kelima macam kesedihan di atas selalu ditanamkan pada tiap diri insan beriman tentu ini akan menjadi pelecut keimanan. 

Maka bila ada orang yang selalu mau melakukan muhasabah dengan lima macam kesedihan ini berarti dia (setidaknya) telah menemukan keberuntungan. 

Ibrahim At Tamimi berkata, “Perbedaan antara kamu dan orang-orang shalih adalah ketika kenikmatan dunia mendatangi, mereka menjauh darinya. Sementara kamu mengikuti kenikmatan dunia, ketika dia berpaling darimu”. 

Pernah Abu Dzar Al Ghifari radliyallahu ‘anhu beridir di dekat Ka’bah seraya berkata, “Wahai manusia! Datanglah kepada saudara yang menasehatimu”. 

Ketika orang-orang mendatanginya dia berkata, “Jika ada di antara kalian yang bermaksud melakukan perjalanan jauh, bukankah dia akan mengambil bekal yang cukup untuk membantunya mencapai tujuan?”.

Mereka menjawab, “Ya, benar”. 

Lalu Abu Dzar berkata, “Hari Kebangkitan adalah tujuan yang paling jauh dari perjalanan kalian. Itulah sebabnya kalian harus mengambil bekal apa saja yang baik bagimu”. 

Mereka bertanya, “Apakah yang baik buat kami?”.

Abu Dzar menjawab, “Melaksanakan haji untuk akhirat yang mengerikan; menjalankan puasa di siang hari yang panjang untuk hari Kebangkitan yang panjang, melaksanakan shalat di kegelapan malam untuk kesendirian di kubur. Kaytakan yang baik atau simpanlah yang buruk. Berikan amal pada orang miskin. Buatlah hidup kalian dua bagian; satu bagian untuk melakukan amal shalih mencari kepentingan akhirat dan yang lain untuk memiliki keuntungan yang halal untuk diberikan kepada keluargamu dan untuk dikirmkan sebelum dirimu di akhirat”.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button