Perjalanan Menjemput Ajal Bag.30
Kenikmatan yang menipu. D.
Dalam pepatah bahasa Arab disebutkan:
مَنْ يَـزْرَعُ يَـحْصُدُ
Siapa yang bercocok tanam maka dia yang memanen.
Benar, barangsiapa yang menanam pasti dia yang memanen. Walaupun juga orang yang suka selengekan mengatakan bahwa bisa saja pas mau panen ada yang mencuri. Kalau barang/tanaman yang bersifat duniawi iya, bisa. Seperti; cabe, mentimun, kelapa (muda), durian, mangga dan sebagainya.
Tetapi bila yang ditanam itu suatu amal maka si pelaku (yang menanam) itulah yang memanen.

Tidak seperti yang ada di dunia ini. Seorang anak buah ketika dia melakukan suatu terobosan dalam hal pekerjaan yang efektif. Atau seorang pelajar/mahasiswa yang menemukan suatu ilmu praktis yang sebelumnya belum ada. Lalu oleh atasan (bagi si pekerja/karyawan) atau guru/dosen akan mengklaim bahwa ‘temuan’ itu adalah hasil temuannya.
Ya, itu sudah dianggap suatu hal yang ‘lumrah’ di Indonesia ini. Tetapi untuk urusan amal, maka urusannya akan berbeda. Bila amal (hasil prestasi) seseorang di dunia pendidikan atau suatu pekerjaan, nantinya (sering) diklaim sebagai hasil dari gurunya atau dari atasannya. Maka untuk urusan yang satu ini sangat berbeda.
Sebab setiap manusia tidak akan pernah bisa mengklaim amal orang lain lalu diklaim sebagai amalnya. Atau sebaliknya, amal buruk dirinya tidak bisa dilemparkan kepada orang lain; atau yang sering saat ini disebut dengan fitnah. Tidak bisa!
Sebab CCTV Allah sama sekali berbeda dengan CCTV manusia. Bila CCTV manusia bisa dimanipulasi sedangkan CCTV Allah tidak bisa.
وَوُضِعَ الْكِـتَـابُ فَـتَرَى الْمُـجْرِمِيْـنَ فُشْـفِـقِيْـنَ مِـمَّـا فِيْـهِ وَيَـقُوْلُوْنَ يَاوَيْـلَـتَـا مَالِ هَذَا الْكِـتَـابِ لَا يُـغَـادِرُ صَغِيْـرَةً وَلَا كَبِـيْـرَةً إِلَّا أَحْصَـاهَـا وَوَجَدُوْا مَا عَـمِلُوْا حَضِرًا وَلَا يَظْـلِـمُ رَبُّـكَ أَحَدًا.
Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan dia mencatat semua; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun”. Qs. Al Kahfi 49.
Maka berhati-hatilah mereka yang sering memanipulasi amal (milik seseorang lalu diklaim sebagai amal/karya dirinya) dan suka memfitnah orang lain (padahal sebenar perbuatan dirinya). Sebab di akhirat kelak hal seperti itu tidak akan berlaku.
Oleh karenanya perbaikilah hati ini untuk lebih mendalami tentang keimanan. Sebagaimana perkataannya Fudhail bin Iyadh, “Ketakutan manusia akan Allah Ta’ala sejajar dengan ilmunya tentang Allah Ta’ala, dan penolakannya terhadap kenikmatan dunia sejajar dengan keinginannya untuk mendapatkan (ganjaran) di akhirat”.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
