Perjalanan Menjemput Ajal Bag.23
Dunia itu mimpi.
Setiap manusia pasti pernah bermimpi, baik yang baik (menyenangkan) maupun mimpi buruk dan menakutkan; hingga terkadang dalam posisi yang sangat menegangkan tahu-tahu dirinya terbangun dalam kondisi terengah-engah. Dan setelah terbangun baru dirinya menyadari bahwa dirinya baru saja mimpi buruk.
Sebenarnya setiap manusia yang bermimpi itu (baik mimpi indah maupun mimpi buruk) pasti dia akan terbangun lalu tertegun, kemudian dirinya menyadari bahwa yang baru saja dirasakan hanyalah mimpi belaka. Walaupun sepintas saat itu dirinya benar-benar dalam kondisi terbawa oleh arus mimpi tersebut.
Nah begitu juga halnya dengan kehidupan di dunia ini. Pada prinsipnya manusia itu ada pada masa-masa tertentu dia akan sadar bahwa saat ini dirinya hidup di dunia. Lalu ke depan akan ada kehidupan yang kekal.
Persoalannya; apakah setiap diri itu (setelah menyadari) akan berubah pada kehidupan yang lebih baik (merubahnya) ataukah justru akan semakin larut dengan ‘mimpi’ indah yang sedang dijalaninya. Sehingga dia justru mengejar mimpi dunia yang diidamkannya.

Padahal bila benar dirinya mengejar mimpinya (untuk menggapai kehidupan dunia yang fana ini) terkadang jalan yang harus dilaluinya pun berliku. Selain itu terkadang mereka juga harus melakukan cara-cara yang kotor dan bahkan (na’udzubillah) ada yang melakukan kesyirikan.
Diriwayatkan dari Dinar bin Murrah, bahwa Iblis berkata, “Jika aku berhasil menggoda manusia melakukan tiga hal, maka itulah segala yang aku butuhkan; membuatnya lupa akan dosa, menganggap amal baiknya sudah terlalu banyak dan berbangga dengan pendapatnya”.
Abu Darda’ berkata, “Setiap orang memiliki kekurangan dalam ilmu dan kebijaksanaan. Jika kekayaannya meningkat, dia menjadi sangat senang sepanjang siang dan malam bekerja keras menghabiskan waktu hidupnya. Padahal kebaikan apakah yang dapat diperoleh dari kekayaan yang meningkat dan masa hidup yang berkurang?”.
Yahya bin Mu’adz berkata, “Aku sangat terheran-heran kepada orang yang menyesal karena kekurangan harta; bagaimana dia tidak menyesali usianya yang berkurang?”.
Sementara itu Hasan Al Basri berkata, “Seseorang yang kekayaannya meningkat, dosanya juga meningkat; dan orang yang banyak bicara, banyak berbohong. Adapun orang yang mudah marah menyiksa dirinya sendiri, karena jiwanya yang buruk”.
Maka benarlah apa yang difirmankan Allah Ta’ala dalam Al Qur’an. Yakni manusia-manusia yang buta karean mengejar dunia sewaktu di dunia.
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah dia (manusia): “Wahai Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya seorang yang melihat?”. Allah menjawab: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, kemudian kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan”.Qs. Thaahaa 124-126.
Oleh karenanya janganlah terlalu terlena dengan mimpi indah, melainkan teruslah berusaha untuk meningkatkan kehidupan di akhirat kelak.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
