Perjalanan Menjemput Ajal Bag.22

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.22

Zuhud dunia –b-

Orang yang bijak dan tahu akan negeri akhirat pasti akan melakukan zuhud demi kehidupan akhiratnya kelak. Bahkan ada semacam penegasan; zuhud di dunia dan itsar (lebih mengutamakan) dalam perkara akhirat. 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

إِزْهَدْ فِى الدُّنْـيَـا يُـحِبُّـكَ اللهُ. رواه ابن ماجه

Zuhudlah kamu terhadap dunia, ninscaya Allah mencintaimu. Diriwayatkan Ibnu Majah.

Kenapa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salm sampai segitunya berpesan seperti di atas?

Sebab dunia itu sementara dan pasti akan lenyap. Beliau mengingatkan agar jangan sampai terlena.

Berikut ini ada sebuah kisah yang perlu menjadi bahan renungan. Yakni kisah Alil bin Rakan.

Ya, Ali bin Rakan adalah seorang raja dari Bani Buwaih, 932-1055 H. Suatu saat dia berkata, “Aku mengumpulkan apa yang dibutuhkan anak-anakku dan yang dibutuhkan pasukanku selama lima belas tahun”. 

Dari sini terlilhatlah betapa raja ini sangat kaya raya sekali.

zuhud

Raja ini meninggal di sebuah benteng di kota Rayy, sedang kunci-kunci gudangnya ada di tangan anaknya, yang pada waktu kematian ayahnya, anaknya tidak hadir. Waktu itu kain kafannya untuk sang raja tidak ada, akhirnya untuk membeli kain kafannya ini harus membeli dengan cara mengambil sepotong baju yang diambilkan dari kekayaan rakyat.

Sebenarnya keputusan membeli kain kafan dengan mengambil sepotong baju yang diambilkan dari kekayaan rakyat itu menyulut berbedaan pendapat di kalangan tentara dan para punggawa; sehingga menimbulkan keributan di internal kerajaan.

Sebab sebenarnya raja Ali bin Rakan saat itu meninggalkan 2.865.000 dinar. Sementara dalam gudangnya juga terdapat permata, batu permata nilam, mutiara dan emas sejumlah 14.000 potong senilai 1.000.000 dinar. Sedangkan yang berupa mangkok-mangkok perak senilai 3 juta, dan yang berupa perkakas senilai 3 juta karung. Terakhir, yang berupa meubel ada 2.500 karung. 

Subhanallah! Begitu mudahnya Allah jika ingin membukakan mata pada para hamba-Nya. yakni seorang raja yang memiliki harta kekayaan yang begitu laur biasanya itu. Namun sayang, untuk membeli (hanya) sekedar kain kafan saja tidak sanggup. Akhirnya dia dibungkus (dikafani) dengan kain kafan yang nilai harganya hanya senilai sepotong baju murahan yang diambilkan dari kas rakyatnya. 

Maka benarlah yang dikatakan Abdullah bin Mas’ud, katanya, “Di kehidupan dunia ini, setiap orang adalah tamu dan kekayaannya adalah pinjaman. Tamu itu akan pergi/berpisah dan pinjamannya akan dikembalikan”. 

Salamah bin Dinar berkata, “Barang-barang di akhirat adalah persediaan hari ini. Engkau harus membelinya sebanyak yang kamu bisa. Karena suatu saat nanti barang-barang itu tidak dijual dan kamu tidak bisa membelinya lagi”. 

(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka, sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya? Qs. Muhammad 15.

Maka zuhudlah demi kebaikan akhirat.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button