Perjalanan Menjemput Ajal Bag.21

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.21

Zuhud terhadap Dunia.

Ada sebagian orang beranggapan bahwa zuhud itu suatu perbuatan yang menyiksa diri. Ada juga yang melecehkannya; seperti mengatakan bahwa kenapa harus zuhud? Bukankah hidup ini hanya sekali? Lalu kenapa tidak dimanfaatkan betul ‘nikmat’ dunia yang diberikan ini?

Ya, penyataan-pernyataan di atas sangat wajar. Sebab memang kebanyakan umat Islam belum memahami tentang zuhud terhadap dunia. Padahal jika memahaminya tentu akan banyak dari kaum muslimin yang memilih untuk hidup zuhud terhadap dunia. Setidaknya pengertian zuhud itu mencakup dua hal sebagai berikut;

1. Perhatian menyeluruh terhadap kehidupan dunia lalu memahami betapa cepatnya kehidupan ini berkurangnya dan (segera) hancur. Sadar akan rasa sakit, kesusahan dan kejengkelan hati yang akan muncul saat bersaing mendapatkan kenikmatan dunia yang akan segera hilang –menyisakan penyesalan dan kesedihan. Seseorang yang mencari kenikmatan dunia akan selalu gelisah ketika mereka tidak dapat meraih apa ayng dia inginkan. Jika dia mendapatkannya, maka dia akan menderita ketika kenikmatan dunia itu lenyap darinya.

Zuhud terhadap Dunia

2. Perhatian menyeluruh terhadap akhirat. Di mana dia tidak bisa dihindari dan (akan) berlangsung abadi. Sadar akan kebahagiaan dan kegembiraan. Plus, (mampu) membandingkan aneka macam kenikmatan akhirat dengan kenikmatan dunia yang hanya sementara. 

Allah Ta’ala berfirman:

وَالْآخِرَةُ خَيْـرٌ وَّ أَبْـقَى

Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Qs. Al A’laa 17.

Abu Darda’ berkata, “Orang yang tidak butuh kehidupan dunia adalah orang yang tidak berhak atas kehidupan dunia”.

Jadi, oran zuhud itu bukan berarti orang yang benar-benar putus dengan kehidupan dunia. Sehingga dia benar-benar tidak butuh sama sekali dengan dunia. Bukan! Bukan itu.

Melainkan dunia itu dia jadikan sebagai alat untuk menggapai kehidupan abadi di akhirat kelak. 

Hasan Al Basri berkata, “Betapa indahnya kehidupan ini bagi orang beriman. Sebab dia menggunakannya untuk mempersiapkan bekal ke surga. Dan betapa buruknya dunia ini bagi orang kafir, yang menggunakan dunia ini untuk mempersiapkan bekalnya ke neraka”. Na’udzubillah.

Pada kesempatan lain Hasan Basri berkata, “Di kehidupan dunia ini, orang beriman seperti seorang tahanan; melakukan yang terbaik untuk kebebasannya, dan tidak merasa aman sampai dia bertemu Allah Ta’ala”.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button