Perjalanan Menjemput Ajal Bag.19
Pada usia empat puluh tahun maka secara perlahan tapi pasti; ubannya sudah mulai bermunculan –walaupun setiap orang berbeda-beda-, ketangkasannya mulai memudar, kulitnya sudah mulai mengeriput, perutnya –bagi laki-laki- sudah mulai membuncit, dan masih banyak lagi.
Walau begitu ternyata ada satu yang lebih maju; kematangan dalam berfikir dan bertindak.
Ya, makanya orang-orang di usia empat puluh tahun itu biasanya matang pemikirannya. Maka tidak salah-lah bila Allah Ta’ala mengangkat Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam menjadi seorang nabi dan rasul pada usia empat puluh tahun, tidak kurang!
Sebab pada usia itu pas sedang matang-matangnya.
Tetapi perlu diingat bahwa kematangan di sini ada dua; kematangan dalam berfikir dan bertindak secara positif (baca: Islamy) dan kematangan berfikir serta bertindak dalam hal negatif (baca: Jahiliyah dan kebodohan).

Oleh karenanya bersyukurlah bagi orang-orang yang berusia empat puluh tahun ke atas mereka mendapatkan hidayah atau semakin merasa ringan ketika melaksanakan setiap kebaikan.
Namun segeralah bertaubat bagi mereka yang telah memasuki usia empat puluh tahun tetapi malah justru perilakunya semakin menjauh dari ke-Islaman dan mendekat kepada maksiat. Sebab pada dasarnya dirinya sedang ‘membangun’ neraka bagi dirinya. Sungguh ini sangat berbahaya sekali bagi dirinya kelak di akhirat.
Adapun bagi mereka yang belum berusia empat puluh tahun hendaklah mawas diri, terutama dalam masalah niat. Sebab niatlah yang mengantarkan seseorang kepada surga ataupun neraka.
Muhammad bin Al Hanafiyah berkata, “Segala (sesuatu) yang tidak diniatkan untuk mencari keridlaan Allah Ta’ala (maka) akan lenyap”.
Sementara itu ada seseorang bertanya kepada Fudhail bin ‘Iyadh, “Bagaimana kabarmu?”.
Beliau menjawab, “Jika kamu bertanya tentang kehidupan dunia ini, maka dia telah membelokkan kita dari jalan kebenaran dan mengirimkan kita ke berbagai arah. Dan jika kamu bertanya tentang akhirat, maka bagaimana kabar dia yang dosanya berlipat-lipat, yang lemah amalnya, masa hidupnya sudah (hampir) habis, yang tidak mempersiapkan bekal untuk akhirat, dan tidak mempersiapkan diri untuk kematian?”.
Sementara itu jauh-jauh hari Allah juga telah mengingatkan dengan firman-Nya:
يَـآ أَيُّـهَا الَّذِيْـنَ آمَنُوْا اتَّـقُوْا اللهَ وَلْتَـنْظُرْ نَفْـسٌ مَّـا قَدَّمَتْ لِغّـدٍّ وَاتَّـقُوْا اللهَ، إِنَّ اللهَ خَبِـيـْرُ بِّمَـا تَـعْمَـلُوْنَ.
Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan terhadap apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Qs. Al Hasyr 18.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
