Perjalanan Menjemput Ajal Bag.18

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.18

Bila seseorang telah mencapai usia empat puluh tahun atau menjelang empat puluh tahun, maka wasapadalah. Sebab kontrak hidupnya di dunia semakin menipis. 

Abdullah bin Daud berkata, “Bila seseorang telah mencapai usia empat puluh tahun, ranjang tidurnya hendaknya digulung. Atau, tiak pernah tidur sepanjang malam, shalat, bertasbih dan istighfar, mengingat-ingat bahwa umurnya yang telah berlalu dan mempersiapkan hari-hari yang akan datang”.

Bersyukurlah bila sudah menyadarinya lalu segera action. Sebab sudah berapa banyak orang yang telah menyadari bahwa dirinya telah memasuki usia empat puluh tahun atau lebih tetapi mereka sama sekali tidak mempersiapkan diri untuk berpisah dengan dunia. 

Dalam pesannya, Abdullah bin Tsa’labah berkata, “Saat kalian tertawa, jangan-jangan kain kafan kalian sedang dicuci”.

usia 40 tahun

Ya, ternyata sudah banyak sekali pesan atau nasehat dari para ulama terdahulu (terkhusus) kepada orang-orang yang berusia empat puluh lebih ini. 

Ya, setidaknya dirinya telah mulai merasakan anggota tubuhnya sudah mulai ada penurunan secara fisik. Berbeda dengan orang-orang yang berusia dua puluh lima hingga tiga puluh lima tahun. 

Oleh karenanya persiapkanlah untuk kehidupan akhirat. Sebab jika masih belum mau beramal untuk kahiratnya maka sungguh kehidupannya sia-sia. Atau pasti akan ada penyesalan tiada akhir –bila sudah sampai di negeri akhirat-. 

Yahya bin Mu’adz berkata, “Kehidupan dunia adalah rumah amal dan akhirat adalah rumah ketakutan. Manusia beramal di antara amal dan ketakutan hingga dia –di salah satu tempat, entah- di neraka ataukah surga”.

Syumaith bin ‘Ajlan berkata tatkala menjelaskan ciri-ciri penghuni dunia, “Bingung dan linglung. Yang mengendarai kuda saja lemah dan yang berjalan kaki dengan susah payah berusaha. Tak seorangpun mendapatkan kepuasan, baik yang kaya, apalagi yang miskin”. 

Barangsiapa yang menyiapkan dirinya untuk bertemu dengan AllahTa’ala dengan menggunakan waktunya untuk sesuatu yang menguntungkan dirinya di akhirat, maka dia akan bahagia; baik dalam kondisi tidak kaya maupun dalam kondisi terpinggirkan hidupnya. Sebab ketika lembar catatan amal dibuka, hati akan berguncang dan manusia akan terlihat seolah-olah mabuk –meskipun mereka tidak meminum minuman keras- karena dahsyatnya siksa Allah Ta’ala. 

Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya. Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. Dan dia akan dikembalikan kepda kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang. Maka dia akan berteriak, “Celakalah aku”. Dan dia akan masuk ke dalam api neraka yang menyala-nyala (neraka). Qs. Al Insyiqaaq 7-12.

Maka berhati-hatilah ketika usia sudah mencapai empat puluh tahun agar kelak tidak ada penyesalan di akhirat.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button