Perjalanan Menjemput Ajal Bag.14

Perjalanan Menjemput Ajal Bag.14

Hidup di dunia ini bagaikan perlombaan. Sebagian ada yang di atas mobil, (sebagian) ada yang di atas motor, atau ada juga yang berjalan kaki. Antara mobil, motor dan yang berjalan kaki sendiripun juga berbeda-beda. Ada yang mobil dan motornya yang bagus, tapi juga ada yang biasa-biasa saja. Tapi juga ada lagi yang begitu berjalan sebentar saja sudah batuk-batuk alias mogok.

Hal yang sama juga terjadi para pejalan kaki. Ada yang jalannya cepat, lambat, terseok-seok, bahkan ada yang jalannya sudah mulai melambat karena kecapekan dan sebagainya. 

Nah mobil atau motor yang tidak bisa berlari secara kencang, ataupun para pejalan kaki yang jalannya tidak bisa cepat maka jangan disalahkan panitianya, melainkan diri sendirilah yang seharusnya disalahkan. Sebab jauh-jauh hari sudah diingatkan bahwa besok pada tanggal sekian bulan begini pada jam segini akan ada perlombaan.

berlomba dalam hal keimanan

Namun ternyata ketika wasit telah meniupkan peluit sebagai tanda dimulainya perlombaan kok ternyata ada saja mobil atau motor mogok ataupun orang yang ikut lomba ternyata kakinya keseleo. Ya jangan disalahkan panitianya. Itu tandanya bahwa peserta yang mobil atau motornya bermasalah itu tidak pernah mempersiapkan mobil atau motornya jauh-jauh hari sebelumnya. Tidak pernah dicek semuanya. Termasuk peserta pejalan kaki. Mereka tidak pernah berlatih tentunya sebelumnya. 

Jika dalam perlombaan itu terlihat sang pemenangnya; yakni yang terdepan dalam perlombaan. Namun berbeda dengan perlombaan dalam kehidupan. Ya, sepintas sang pemenang tidak terlihat. Atau bahkan jika dilihatnya dengan kaca mata dunia maka sang pemenangnya adalah orang-orang yang terlilhat sukses secara finansial. 

Akan tetapi pandangan itu akan berubah drastis jika dilihatnya melalui kaca mata iman. Sebab pandangan iman mampu menembus batasan-batasan hati. 

Sebab iman itu ibarat tukang bengkel hati bagi mobil dan motor. Ya, boleh saja orang lain terkecoh dengan bodi mobil dan motor yang terlihat kinclong tetapi tukang bengkel begitu mendengar suara mobil atau motor saat dibunyikan maka dia tahu bahwa mobil/motor tersebut ada masalah pada mesinnya.

Sebagaimana kaca mata iman di atas, maka sesungguhnya dia mampu “menembus” hati manusia. Atau yang disebut Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dengan firasah, yang kemudian oleh orang-orang Indonesia menyebutnya dengan kata ‘fisarat’. 

Walaupun sebenarnya yang dimaksud dengan firasah itu sangat berbeda dengan firasat yang fahami oleh kebanyakan manusia. Sebab firasat yang dimaksud oleh kebanyakan orang-orang Indonesia itu adalah ‘penglihatan mata hati’ seseorang yang dianggap memiliki kekuatan supranatural. Hal itu berbeda dengan firasah yang disebutkan oleh Rasulullah.

Firasah yang dimaksudkan Rasulullah adalah ‘pandangan’ orang-orang mukmin karena ke-wara’-an dan kezuhudannya. Yakni orang-orang yang meninggalkan dunianya bukan karena mereka miskin melainkan karena mereka lebih memilih menyibukkan dirinya untuk mempersiapkan akhiratnya. 

Namun begitu bukan berarti orang seperti ini meninggalkan dunianya secara total melainkan mereka mengambilnya hanya sekedarnya saja. Atau sering disebut; hanya untuk menyambung hidup. 

Suatu saat Abu Safwan Ar Ruwini ditanya, “Hidup (seperti) apakah yang dicela Allah Ta’ala di dalam Al Qur’an, dan harus dihindari oleh manusia yang bijak?”. 

Beliau menjawab, “Apapun yang kamu cintai di dunia dengan mencari keuntungan dunia adalah tercela, dan apapun yang kamu cintai di dunia ini dengan mencari keuntungan untuk akhirat adalah terpuji”. 

Sementara itu Ali bin Abu Thalib radliyallahu ‘anhu menggambarkan kehidupan dunia sebagai berikut, “Yang halal akan dihisap (diperhitungkan), sedangkan yang haram pasti berujung ke neraka”. 

Maka berhati-hatilah agar tidak merugi saat kelak sampai di negeri akhirat. Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (wahai orang-orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah”. Qs. An Nabaa’ 40.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button